Berasal dari Daerah Konservasi, 26 Ekor Hiu Kiriman Ditolak Stasiun Karantina Ikan Kelas II Juwata

0
327
(Ist) DIPERIKSA : Sebanyak 26 koli hiu diperiksa pihak SKIPM Kelas II Tarakan, Rabu pagi (1/3). - kalpos.prokal.co

Tarakan – (suaracargo.com)

Sebanyak 26 ekor hiu yang tiba dari Kabupaten Berau pada Rabu (1/3) kemarin ditolak oleh pihak Stasiun Karantina Ikan Kelas II Juwata. Meski sudah dilengkapi dengan surat rekomendasi, hiu-hiu yang rencananya akan dikirim menuju Denpasar, Bali tersebut tetap ditolak untuk dikirim melalui bandara Juwata Tarakan.

Diungkapkan oleh Zainul, Pengawas Data dan Informasi di Stasiun Karantina Ikan Kelas II Juwata, Tarakan, sikap ini ditempuh pihaknya lantaran sebelumnya pihaknya telah menerima surat dari Bupati Berau. Surat itu berisi keterangan bahwa hiu-hiu tersebut ditangkap dari perairan Berau. “Seperti yang ketahui, daerah sana (Berau) itu merupakan daerah konservasi,” ungkap Zainul, seperti dilansir kalpos.prokal.co

Dijelaskannya, sebelum melakukan pengiriman paket, pihaknya selalu melakukan pemeriksaan paket, hingga ke tahap cek fisik. Hal tersebut bertujuan untuk memeriksa apakah barang tersebut layak dilakukan pengiriman atau tidak. “Mengenai paket hiu ini, diduga sudah ditampung di Tanjung Pasir, kemudian ingin dikirim menuju Denpasar. Sudah di-packing dengan rapi, baru dibawa ke sini,” ujarnya.

Diketahui, jenis hiu yang tiba ke Tarakan untuk dikirim ke Denpasar ini bukanlah jenis hiu yang dilarang untuk dipelihara, karena jenisnya tokek dan belimbing. Masalahnya, lokasi yang menjadi area penangkapan hiu tersebut berada pada daerah konservasi. “Akhirnya tadi pagi (kemarin) hiu tersebut kami tolak,” katanya.

Hiu berjumlah 26 ekor tersebut rencananya tidak untuk dikonsumsi, hanya sebagai peliharaan hias saja. Namun karena bentuknya yang indah dan sedap untuk dipandang, maka tak jarang hiu tersebut laku jika dijual ke negara-negara Timur Tengah, seperti di Arab Saudi. “Harga jualnya sangat tinggi. Yang saya dengar, jenis hiu tersebut yang berukuran satu meter, dapat dijual hingga Rp 4 juta,” bebernya.

Dirinya berasumsi, untuk ikan jenis hiu tokek dan belimbing dewasa dapat berukuran hingga satu meter, dan sistem penjualan ikan hiu tersebut tidak menggunakan sistem berat, namun lebih kepada panjang hiu. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui usia dari hiu yang tiba di Tarakan tersebut. Namun yang pasti hiu tersebut adalah salah satu jenis ikan hias.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY