Berkat Bisnis Online, Pertumbuhan Jasa Pengiriman Barang Capai 800 Milyar

0
463
ilustrasi pengiriman barang (shutterstock.com)
ilustrasi pengiriman barang (shutterstock.com)

Semarang – (suaracargo.com)

Realisasi biaya dari jasa pengiriman logistik melalui Jawa Tengah sepanjang tahun 2014 mencapai Rp 800 miliar. Untuk meningkatkan pengiriman logistik pada tahun 2015 ini Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Indonesia (Asperindo) menargetkan pertumbuhan dapat mencapai 15%.

Ketua DPW Asperindo Jawa Tengah, Tony Winarno mengatakan, capaian realisasi tersebut dipicu karena pesatnya perkembangan bisnis online di Indonesia. Keberadaan sistem belanja jarak jauh ini memberikan angin segar bagi perusahaan jasa pengiriman. Sedangkan pada sisi bisnis, permintaan produk bisa mencakup seluruh Indonesia. ”Maka itu, online shop merupakan peluang besar bagi perusahaan jasa pengiriman,” ungkapnya.

Adapun online shop yang menggunakan perusahaan jasa pengiriman terdiri dari dua jenis. Pertama, online shop yang sudah berupa perusahaan dengan manajemen terstruktur dan jumlah pengiriman tinggi. Kedua, online shop yang masih dikelola secara pribadi.

Tony lalu menjelaskan, online shop berupa perusahaan mengambil kontribusi hingga 70%. Sedangkan sisanya 30%, online shop yang dikelola pribadi. Kedua jenis online shop tersebut memasarkan produk baik melalui website ataupun media sosial seperti Instagram dan Facebook.

”Bisnis online ini berkembang pesat, untuk perusahaan online yang cukup besar di Jakarta, dalam sehari saja bisa mengirim hingga 90 ribu paket, dengan biaya per pengiriman berkisar antara 0,75 Euro,” katanya, seperti dilansir berita.suaramerdeka.com.

Tahun 2014 lalu, total biaya pengiriman dari seluruh Indonesia mencapai Rp 175 triliun, dengan kontribusi dari Jawa Tengah sebesar Rp 800 miliar. Melihat pesatnya pertumbuhan bisnis online shop ini, pertumbuhan bisa ditargetkan setidaknya sampai 15%.

Sejumlah upaya juga dilakukan untuk menggenjot target tersebut. Diantaranya dengan memacu para perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman untuk memperbarui informasi seputar kemajuan teknologi. ”Usaha ini berkaitan dengan teknologi dan ketepatan waktu. Artinya jangan sampai ketinggalan kedua-duanya,” tuturnya.

Disamping itu, imbuh dia, Asperindo juga mendorong pelaku-pelaku usaha yang masih bersifat konvensional untuk mulai memasarkan produk-produknya secara online. Dengan demikian pasar mereka akan lebih besar.

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here