BI dan Pemerintah Rakor Logistik di NTT

0
425
ilustrasi pengangkutan sapi (republika.co.id)

Jakarta – (suaracargo.com)

Bank Indonesia dan Pemerintah bakal menggelar rapat koordinasi untuk membahas permasalahan logistik dan ketahanan pangan nasional pada Jumat, 12 Februari 2016 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Juda Agung, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, mengatakan upaya percepatan pembenahan logistik pangan dan kapasitas produksi pangan dapat memberikan optimism terjaganya stabilitas harga di daerah.

Hal itu juga dalam rangka mendukung upaya pencapaian sasaran inflasi nasional. Pengendalian stabilitas harga pangan menjadi salah satu agenda BI untuk mencapai target inflasi 4% 1% hingga tahun depan dan 3,5% pada 2018.

“Ini menjadi penting dan fokus dari tim pengendali inflasi, bagaimana menangani ini melalui sistem logistik. Di daerah lebih banyak mengendalikan volatile food keseluruhan tahun lalu sekitar 4,84%”, katanya, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Hasil kajian BI menunjukkan, persoalan logistik menjadi faktor yang menyebabkan besarnya disparitas harga antardaerah dan gejolak harga pangan terutama di Kawasan Timur Indonesia.

Ada alasan tersendiri mengapa NTT yang dipilih sebagai tuan rumah rakor kali ini. NTT merupakan salah satu simpul logistik nasional dan basis produksi pangan nasional (khususnya sapi). NTT juga memiliki potensi besar untuk mengakselerasi aktivitas perdagangan antarwilayah barat dan timur.

“Logistik memang isu lama, tapi sekarang sudah mulai semua pihak punya view yang sama. Perlu ada improvement semua melihat ini adalah sesuatu yang penting. Ini harus terus digaungkan dan diperbaiki”, ucapnya, seperti dilansir bisnis.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here