BNN Kabupaten Sumbawa Siap Antisipasi Peredaran Narkoba di Pelabuhan Tidak Resmi

    0
    214
    Pemeriksaan Narkoba (ilustrasi) (Suara NTB/dok)

    Sumbawa Besar – (suaracargo.com)

    Kabupaten Sumbawa memiliki wilayah yang luas dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB. Dengan wilayah yang luas ini tentu rawan akan peredaran narkoba. Apalagi tercatat ada puluhan pelabuhan yang tidak resmi (pelabuhan tikus) yang tersebar di Kabupaten Sumbawa. Untuk itu, pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa mengantisipasi kemungkinan masuknya narkoba melalui jalur tersebut.

    “Rawan peredaran narkoba karena wilayah Kabupaten Sumbawa sangat luas. Setelah kita data pelabuhan-pelabuhan yang tidak resmi cukup banyak. Ada sekitar 20 yang tersebar dari bagian Barat hingga Timur Kabupaten Sumbawa. Ini potensial juga untuk masuknya narkoba,” kata Kepala BNNK Kabupaten Sumbawa, AKBP Syirajuddin Mahmud kepada wartawan, usai pelaksanaan sosialisasi program rehabilitasi dan pascarehabilitasi di Rumah Makan Goa, Kamis, 30 Maret 2017.

    Menurutnya, pihaknya tidak serta merta menuduh bahwa peredaran narkoba melalui pelabuhan yang tidak resmi tersebut. Namun, dikhawatirkan penyelundupan lewat pelabuhan seperti itu bisa terjadi. Oleh karena itu, perlu upaya antisipasi kedepannya. Karena bisa saja peredarannya terjadi melalui jalur tersebut. “Kita tidak menuduh, cuma ada kekhawatiran. Karena bisa saja peredarannya melalui jalur itu,” ujarnya, seperti dilansir suarantb.com.

    Pihaknya pun akan memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Terutama di desa-desa yang memiliki pelabuhan tidak resmi. Supaya masyarakat dapat memahami dampak dari narkoba. Dimana jika masyarakat memahami bahayanya, maka akan memiliki daya tolak yang kuat terhadap narkoba. Disisi lain, untuk mengantisipasi adanya pengguna atau penyalahguna narkoba baru, pihaknya memberikan sosialisasi kepada siswa, mahasiswa dan masyarakat. Terutama para orang tua supaya bisa menjaga putra dan putrinya. Sementara terhadap pengguna yang lama, pihaknya merangkul instansi terkait untuk bersama-sama mencari sesuai dengan tupoksi. Supaya para pengguna ini bisa terdata dan bisa direhabilitasi.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY