Bom di Thamrin, Pengamana Tanjung Priok Diperketat

    0
    324
    Anggota Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Priok berlatih menembak (dwi)

    Jakarta – (suaracargo.com)

    Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok menginstruksikan seluruh perwira keamanan fasilitas pelabuhan /PFSO dimasing-masing failitas pelabuhan agar waspada terhadap setiap orang/kendaraan yang keluar masuk lini I, ll pada security level I.

    Instruksi tersebut tertuang dalam surat edaran Kepala kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Sahattua PS MH tertanggal 14 Januari 2016 yang dikeluarkan beberapa jam setelah aksi teror bom Thamrin.

    Juga diinstruksikan kepada para perwira agar segera melapor kepada port security committee (PSC) cq Port Security Officer (PSO) kepala bidang penjagaan patrol dan penyidikan apabila terjadi peningkatan resiko keamanan di setiap fasilitas pelabuhan masing-masing.

    “Saya juga sudah perintahkan agar mengikuti perkembangan informasi baik melalui PSO maupun media surat kabar serta televisi,” ujar Sahattua di kantornya, Jumat (15/1/2016).

    Guna menyiapkan kemampuan untuk melaksanakan investigasi sesuai dengan ancaman yang dihadapi dan PFSP masing-masing Port Facility, pihaknya juga membentuk tim patroli gabungan dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan TNI serta patrol rutin yang dilaksanakan oleh petugas intern dari Kesyahbandaran.

    “Kami juga meningkatkan kewaspadaan dan menempatkan personel di objek-objek vital dan kapal-kapal di lini I sehingga memberikan rasa aman kepada nakhoda maupun anak buah kapal, khususnya kapal asing.

    LATIHAN MENEMBAK

    Sahattua menambahkan, sejak ditetapkannya siaga I pada bulan Desember 2015 lalu, dirinya merasa perlu meningkatkan kemampuan anggota syahbandar.

    Oleh karenanya beberapa hari sebelum perinstiwa bom Thamrin terjadi, puluhan anggotanya dikumpulkan di pangkalan untuk belajar menembak untuk meningkatkan keahlian menembaknya kembali.

    “Kami punya 30 pucuk senjata api jenis revolver caliber 32, namun hanya 15 yang masih berfungsi baik dan sementara kami gudangkan, jika diperlukan tinggal dikeluarkan lagi apalagi teman-teman sudah berlatih kembali menembak,” kata Sahattua, seperti dilansir poskotanews.com.

    Menurut Syahbandar, setiap tempat di pelabuhan Priok berpotensi menjadi sasaran kriminal maupun tindakan lainnya, oleh karenanya telah ditempatkan petugas di seluruh pos penjagaan

    “Kami imbau kepada seluruh masyarakat apabila menemukan hal yang mencurigakan, baik itu tingkah laku manusia atau barang yang mencurigakan agar secepatnya melaporkan kepada pihak kami atau kepolisian terdekat,” pesan Sahattua.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here