Bongkar Muat di Pelabuhan Pangkalbalam Turun Akibat Lemahnya Daya Beli

0
395
Ilustrasi. Antara/Yudhi Mahatma
Ilustrasi. Antara/Yudhi Mahatma

Pangkalpinang – (suaracargo.com)

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, mengalami penurunan. Hal itu terjadi karena daya beli masyarakat di daerah itu melemah. “Menjelang puasa Ramadan tahun ini, volume muatan kapal yang dibongkar hanya 30 ribu ton kubik dibanding bulan sebelumnya mencapai 70 ribu ton kubik,” kata Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pangkalbalam
Ghazali di Pangkalpinang, Kamis (28/5/2015).

Dia menjelaskan, penurunan bongkar berbagai kebutuhan pokok ini merupakan dampak dari anjloknya harga hasil penambangan timah, perkebunan karet, sawit dan perkebunan masyarakat lainnya. “Saat ini, para pengusaha membatasi pasokan berbagai kebutuhan karena permintaan masyarakat yang juga mengalami penurunan yang drastis,” ujarnya, seperti dilansir metrotvnews.com.

Saat ini, kata dia, barang muatan kapal yang dibongkar di Pelabuhan Pangkalbalam masih didominasi pupuk untuk kebutuhan perkebunan, sementara kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, tepung, minyak goreng dan bahan kelontongan lainnya kurang. “Pasokan pupuk dari berbagai daerah saat ini cukup meningkat, karena permintaan pupuk pengusaha perkebunan sawit dan petani yang tinggi,” ucapnya.

Menurut dia, biasanya aktivitas bongkar berbagai kebutuhan pokok menjelang puasa Ramadan mengalami peningkatan yang cukup tinggi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut puasa dan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Juli tahun ini. “Aktivitas bongkar muatan kapal ini akan meningkat, apabila perekonomian masyarakat kembali membaik seiring membaiknya harga hasil pertambangan dan perkebunan masyarakat daerah ini,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here