Booming Teknologi Informasi Pengaruhi Penyedia Layanan Logistik

0
779
ilustrasi barang (shutterstock.com)

Booming layanan logistik berbasis teknologi informasi rupanya cukup untuk membuat layanan logistik yang sudah beroperasi sejak lama harus segera menerapkan penggunaan teknologi serupa.

Tidak tanggung-tanggung, JNE mengaku melakukan investasi sebesar Rp55 miliar di pengembangan teknologi. ”Pada 2016 kami investasi besar-besaran Rp400 miliar di bidang infrastruktur, khususnya pergudangan, dan Rp55 miliar untuk teknologi,” tegas Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE. Alasannya, Feriadi mengatakan, ecommerce di Indonesia berkembang pesat.

”Tidak hanya pemain lokal, pemain luar pun masuk. Nah mereka tentu mencari partner logistik yang sesuai dengan cara bisnis mereka,” ungkapnya. Perkembangan e-commerce memang berjalan lebih cepat dibandingkan dengan perusahan logistik, terutama dalam mengadopsi tren layanan serbadigital serta smartphone-centric.

Bercermin dari kondisi di tahun yang lalu, boleh dibilang layanan logistik di Indonesia mengalami goncangan “positif” hasil dari munculnya startup yang bergerak dibidang tranportasi yang menjadikan armada mereka berfungsi sekaligus sebagai kurir barang yang dapat dipesan kapan saja. Logistic on-demand telah menjadi tren yang sedang menjamur di bidang logistik.

Layanan tersebut menjadi bagian dari perubahan yang harus dilakukan oleh para pelaku bisnis logistik, seiring berubahnya gaya hidup konsumen yang sangat mobile. Sebagian konsumen saat ini tidak memiliki waktu untuk mengantar barang ke titik collecting point dari jasa logistik. Mereka mau barang dikirimkan dan sampai seketika.

”Konsumen ingin agar pengiriman dan penerimaan barang yang lebih mudah. Meski proses pengiriman memakan waktu berdasarkan jaraknya, namun tetap saja mereka ingin barang tersampaikan dengan jelas dan dengan cara paling mudah. Oleh karena itu kami meluncurkan sebuah aplikasi sekaligus bekerja sama dengan startup logistik,” tandas Feriadi, seperti dilansir koran-sindo.com.

Meski belum ikut menghadirkan layanan logistik on-demand, JNE sudah mencoba menjangkau segmen pengguna yang lekat dengan smartphone lewat aplikasi MyJNE dan layanan JNE-PopBox. Tidak berbeda dengan layanan berbasis web milik JNE, di MyJNE pengguna dapat mengecek tarif pengiriman dan memonitor status pengiriman, serta mengecek lokasi JNE terdekat.

Fitur lain dari aplikasi tersebut adalah tersedianya fitur My Cash On Digital yakni layanan pembayaran belanja online dengan sistem Escrow (perantara). Sehingga penjual individu dan pembeli yang berbisnis secara online dapat melakukan transaksi lebih aman. JNE bermitra dengan startup PopBox untuk menyediakan loker yang hanya dapat dibuka dengan pin.

Loker tersebut memungkin konsumen yang sangat mobile untuk mengambil paket kiriman pada lokasi loker yang terdekat dari mereka. JNE sendiri sudah menyiapkan loker di 32 titik di Jakarta yang lokasinya berada di pusat perbelanjaan atau fasilitas umum.

Di tempat dan waktu yang terpisah, Hadi Kuncoro selaku CEO dari aCommerce sebagai penyedia pendukung e-commerce di Indonesia menyatakan bahwa sudah sepatutnya layanan logistik ikut melakukan perkembangan sejalan dengan perkembangan e-commerce sendiri.

“Ke depannya e-commerce akan semakin banyak dan besar karena orang semakin suka berbelanja dari smartphone atau internet ketimbang ke di toko langsung. Nah pihak logistik menjadi tangan untuk menyampaikan barang ke pembeli. Karenanya logistik wajib untuk mengadopsi teknologi yang juga terintegrasi dengan teknologi yang dipergunakan e-commerce maupun customer,” beber Hadi.

Tantangan yang dihadapi saat ini, menurut Hadi adalah bagaimana pihaknya bisa mengajak jasa logistik mulai mengadopsi teknologi yang membuat layanan mereka menjadi berputar dengan cepat. Selama ini bisnis logistik di Indonesia masih terbilang konvensional jika melirik layanan logistik milik negara.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here