BP Batam Akan Umumkan Hasil Lelang Pelabuhan Batuampar

0
358
Sejumlah pekerja sedang memasang rel untuk crane di dermaga utara Pelabuhan Batuampar, Batam, Rabu (10/12). Saat ini kapasitas bongkar muat Pelabuhan Batuampar sebesar 250 ribu TEU's (twenty feet equivalent units/unit padanan dua puluh kaki) per tahun, Badan Pengusahaan (BP) Batam mengalokasikan Rp360 miliar selama tiga tahun sejak 2012 untuk menambah dermaga sehingga pelabuhan yang berhadapan langsung dengan Singapura ini akan memiliki kapasitas 600 ribu TEU's, yang dijadwalkan selesai tahun ini. (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

Jakarta – (suaracargo.com)

Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana mengumumkan hasil lelang Pelabuhan Batuampar dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun pada Maret 2016.

Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam, mengungkapkan jajarannya tengah menunggu kepastian dari tim panitia lelang.

“Lagi nunggu panitia internal. Lagi dibicarakan. Harusnya Maret tahun ini,” ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (17/3).

Lelang kali ini merupakan lelang kedua setelah sebelumnya BP Batam gagal melakukan lelang karena peminat yang mendaftar saat itu hanya dua peserta. Sementara itu, dua peserta merupakan ketentuan minimum peserta dalam lelang sehingga akhirnya BP Batam memutuskan untuk mengulang lelang.

Padahal, dia menuturkan, investor internasional yang menyampaikan minatnya untuk mengoperasikan Pelabuhan Batuampar sangat banyak. Minat asing tersebut datang dari Korea Selatan, China dan Perancis.

Namun, dia mengungkapkan investor asing tersebut tidak bisa serta merta masuk menjadi operator karena mereka diwajibkan memiliki izin BUP sehingga BP Batam mengharapkan mereka berniat menjalin kerjasama dengan partner lokal.

Saat ini, BP Batam telah membangun dermaga pelabuhan tersebut sehingga panjangnya telah mencapai hampir 1 Km dari sebelumnya 300 m.

Jika operatornya telah ditentukan berdasarkan hasi il lelang, maka mereka diwajibkan melakukan investasi alat seperti crane dan lain sebagainya.

“Investasinya untuk membuat gantry crane, relnya sudah dibangun. Kemudian mereka harus melakukan pendalaman alur dan mengembangkan container yard,” paparnya.

Pelabuhan bongkar muat Batuampar dikembangkan sejak 2012 ini nantinya dapat melayani peti kemas sekitar 900.000 per tahun. Berdasarkan konsepnya, dia mengatakan pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan alih kapal atau transhipment peti kemas.

Adapun pengembangan Pelabuhan Batuampar dilakukan sambil menunggu kepastian pengembangan Pelabuhan Tanjung Sauh yang kenyataannya tidak lagi mampu menampung arus peti kemas di wilayah ini.

Sebelumnya, PT Pelindo I diketahui pernah menyatakan minat untuk mengikuti lelang operator pelabuhan tersebut. Namun, Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengungkapkan dirinya belum dapat memastikan keikutsertaan perusahaan.

“Saya belum tahu. Lihat nanti,” ujarnya awal bulan ini di Kantor Kemenhub.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here