BP Batam Gandeng Pelindo I Garap Pelabuhan Batuampar

0
134
Pelabuhan Batuampar, Batam (beritatrans.com)

Batuampar – (suaracarago.com)

Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I untuk mengelola dan mengembangkan Pelabuhan Batuampar. Namun, kerjasama dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memerlukan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum.

Direktur Utama Pelindo 1 Bambang Eka Cahyana mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar. Pelabuhan terbesar di Batam ini harus dikembangkan sebagai pelabuhan bongkar muat yang memadai karena berada pada jalur perlayaran internasional.

“Saat ini Perpres masih dalam proses persiapan. Jika Perpres penugasan sudah keluar maka proyek pacengembangan Pelabuhan Batuampar bisa segera digarap,” ujarnya di Batam Centre.

Perpres penugasan ini akan menjadi dasar penugasan dalam menggarap proyek pengembangan Pelabuhan Batuampar. Perpres ini juga untuk mempermudah koordinasi antara pemangku kepentingan yang terlibat dalam proyek ini, seperti halnya koordinasi bersama dengan BP Batam.

Bambang menambahkan, dengan adanya Perpres juga akan menjadi landasan hukum untuk bisa menjalankan proyek pengembangan Pelabuhan Batuampar. Rencananya sejumlah perusahaan akan bergabung dalam konsorsium Pelindo 1 untuk pengembangan pelabuhan milik BP Batam ini.

“Jadi kami tunggu Perpresnya dulu. Kalau sudah ada baru bisa berbicara lebih banyak untuk rencana pengembangan pelabuhan,” kata Bambang, seperti dilansir okezone.com.

Sementara itu, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembahasan dengan Pelindo I terkait dengan pengelolaan. Prosesnya harus mengikuti prosedur yang berlaku terkait kerjasama pemanfaatan aset negara.

“BP Batam perlu ada penugasan khusus dari pemerintah pusat untuk menjalin kerjasama dengan pihak ketiga,” kata Lukita.

Jika memang diperkenankan untuk kerjasama, BP Batam memang lebih memilih untuk bekerja sama dengan Pelindo karena sudah memiliki pengalaman dalam pengembangan pelabuhan. Ia berharap agar pengembangan ini bisa segera dilakukan untuk mendukung industri di Batam.

Selain itu juga ada kepastian, pengembangan Pelabuhan Batuampar bisa dirampungkan. Dengan begitu, keberadaannya bisa memberikan manfaat untuk pengurangan biaya logistik. Jumlah kapasitas pelabuhan saat ini baru sekitar 400.000 TEUs. Pihakya menargetkan pengembangan bisa mencapai 1,5 juta TEUs.

“Jika ada penugasan dari pemerintah pusat, pengembangan Pelabuhan Batuampar tak lagi dilelang terbuka. Kami bisa langsung menjalin kerja sama dengan Pelindo,” ujarnya.

Menurut Lukita, peningkatan kapasitas pelabuhan memang menjadi salah satu prioritas BP Batam. Karena ia menilai bahwa kapasitas Pelabuhan Batuampar masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan pelabuhan di negara tetangga.

“Minimal bisa meningkatkan tiga sampai empat kali lipat dari kapasitas saat ini. Karena pelabuhan ini sangat penting,” katanya.

Penulis: Ahmad Rohmadi
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here