BP Batam Perkirakan Volume Peti Kemas ke Batuampar Bisa Sampai 2 Juta TEUs

0
151
Pelabuhan Batuampar, Batam (beritatrans.com)

Batam – (suaracargo.com)

BP Batam memperkirakan, volume peti kemas yang akan masuk ke Pelabuhan Batuampar ke depan bisa mencapai 1,5 juta hingga 2 juta TEUs dalam setahun.

“Dengan keterbatasan lahan dan kedalaman laut, perkiraan kita bisa sampai 1,5 juta TEUs atau 2 juta TEUs,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, baru-baru ini di BP Batam.

Ia mengakui, dengan kondisi yang ada saat ini, kapasitas di pelabuhan peti kemas itu memang sangat terbatas. Baik itu dari sisi kedalaman laut, luasan maupun dari sisi sarana dan prasarana yang ada.

“Saat ini baru bisa menampung sekitar 400 ribu TEUs,” ujarnya.

BP Batam sebenarnya telah lama berencana mengembangkan Pelabuhan Batuampar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing Batam ke depan. Di samping itu, pengembangan itu adalah untuk mengurangi biaya logistik dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Namun, karena satu dan lain hal, rencana tersebut belum juga terealisasi.

Meski begitu, belum lama ini mantan Sekretaris Menko Perekonomian itu mengakui, ada beberapa perusahaan yang sudah menyatakan dirinya ingin berinvestasi untuk pengembangan dan perbaikan Pelabuhan Batuampar. Termasuklah di dalamnya ada Pelindo.

“Kita miris. Sekian tahun kondisi pelabuhan kita seperti itu. Kalau investasi sendiri, kita tak bisa memperbaiki dengan fasilitas yang diinginkan,” kata Lukita, beberapa waktu lalu.

Soal kerjasama ini, pihaknya memang tak bisa mengambil kebijakan langsung, mengingat Pelabuhan Batuampar termasuk fasilitas yang dimiliki negara, sehingga prosesnya tak bisa langsung tinggal tunjuk.

Melainkan mesti mengikuti proses sebagaimana aturan pemanfaatan aset untuk negara.

Sebelumnya diberitakan, BP Batam masih menunggu penugasan khusus dari Pemerintah Pusat, terkait pengembangan kapasitas Pelabuhan Batuampar.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, belum bisa memastikan apakah nantinya akan bekerjasama dengan Pelindo, namun tak tertutup kemungkinan soal itu.

“Kaitan dengan Batuampar, kami akan melakukan pembahasan sendiri dengan Pelindo. Batuampar inikan sudah jadi aset negara, beda dengan Tanjung Sauh,” kata Lukita.

Tentunya, jika Pelindo ingin bekerjasama dengan BP Batam, prosesnya nanti harus mengikuti prosedur yang berlaku terkait kerjasama pemanfaatan aset negara.

“Kalau BP Batam ingin bekerjasama dengan Pelindo, maka perlu ada penugasan khusus dari pemerintah pusat, bahwa BP Batam bersama dengan Pelindo melakukan kerjasama untuk peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar,” ujarnya, seperti dilansir tribubatam.id.

Dikatakan pula bahwa Pelabuhan Batuampar ke depan akan dikomplementerkan dengan keberadaan Pelabuhan Tanjung Sauh. Meskipun nantinya pelabuhan Tanjung Sauh akan dikembangkan menjadi pelabuhan peti kemas yang lebih besar, pelabuhan Batuampar tetap akan dimanfaatkan.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here