BPJS Ketenagakerjaan Dukung Program Pemerintah Bangun Satu Juta Rumah dan Pembangunan Infrastruktur

0
158
Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto saat menjadi pembicara pada acara BUMN Marketeers Club ke 44 di Jakarta, Jum'at (29/4). (Istimewa/beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam hal pengelolaan dana akan meningkatkan exposure investasi pada sektor riil seperti properti dan infrastruktur.

Selain merupakan alternatif bentuk pengelolaan dana investasi, hal tersebut adalah untuk mendukung program prioritas pemerintah yaitu program satu juta rumah dan pembangunan infrastruktur. Rencananya, investasi ini dilakukan melalui kerjasama dengan perbankan, developer dan BUMN.

Total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan pada Maret 2016 telah mencapai Rp218 triliun dengan target imbal hasil pada 2016 mencapai 9,42%. Aset alokasi pada Surat Utang 51%, Deposito 19%, Saham 21%, Reksadana 8% serta Properti dan Penyertaan Langsung 1%. Adapun porsi alokasi investasi terbesar surat utang diputar di instrumen surat berharga negara (SBN) sebesar 41%.

“Kita wajib alokasikan ke SBN dan pemanfaatannya itu digunakan infrastruktur . Selain itu, kami juga mendukung BUMN menghadirkan produk-produk yang inovatif dan mendukung proyek infrastruktur ,” kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto seusai menjadi pembicara pada acara BUMN Marketeers Club ke 44 di Jakarta, Jum’at (29/4).

Agus menyatakan, pihaknya secara berkesinambungan akan memperbesar alokasi investasi sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).Menurutnya, rebalancing membutuhkan waktu untuk menghindari gejolak pada hasil investasi (return).

“Kami sedang melakukan rebalancing portofolio untuk memenuhi ketentuan POJK yang mewajibkan alokasi 50% pada SBN. Ini akan kami penuhi secara bertahap,”tuturnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Dia juga mengatakan, pihaknya juga siap mendukung proyek infrastruktur seperti Mass Rapid Transit (MRT) asalkan ada instrumen investasinya seperti obligasi. “Dukungan kita bukan bersifat langsung,” katanya.

Tingkatkan Kepesertaan

BPJS Ketenagakerjaan menargetkan tahun ini jumlah kepesertaan menjadi 22,1 juta, saat ini jumlah peserta 19,25 juta. Untuk merealisasikan target itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi, dengan berbagai pihak .

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan akan mempermudah prosedur pendaftaran sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang.

“Selain kita melakukan marketing secara aktif, tapi juga kita permudah kanal-kanal untuk pendaftaran. Pendaftarannya kita permudah untuk kantor-kantor cabang kita dan juga kita optimalkan kanal elektronik yang bisa dibuka dari website,” tutur Agus.

Saat ini tercatat ada 122 juta angkatan kerja di Indonesia. Dari 122 juta angkatan kerja, 71% di antaranya adalah pekerja yang bekerja di sektor informal yang umumnya bekerja di segala jenis pekerjaan tanpa adanya perlindungan negara dan tidak dikenakan pajak.”Kalau kita bedakan dari sektor formal dan informal, yang informal ada 71% ada 80 jutaan,” ungkap Agus.

Sedangkan, tenaga kerja dari sektor formal di Indonesia tercatat sekitar 40 juta angkatan kerja. Sedangkan dari total 122 juta angkatan kerja yang ada, hampir separuhnya merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD).

“Kemudian yang formal tadi angkanya ada 40 juta. Kalau kita lihat tingkat pendidikannya yang lulus SD atau yang tidak lulus SD ada 51 juta,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY