BPKP Harus Lakukan Studi Komprehensif Soal Pelabuhan Cilamaya

0
167
Ilustrasi Pelabuhan Tnjung Mas Semarang (JIBI/Bisnis/Dok)
Ilustrasi Pelabuhan Tnjung Mas Semarang (JIBI/Bisnis/Dok)

Jakarta – (suaracargo.com)

Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Jawa Barat, bukanlah akhir segalanya.

Guru besar Universitas Indonesia (UI), Budyatna mengatakan, saat ini yang terpenting adalah melakukan pemeriksaan secara komprehensif, termasuk proses studi kelayakan. ” Tidak ada cara lain, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) harus melakukan pemeriksaan,” ujarnya, Jakarta, Jumat (10/4), sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Menurutnya, pemeriksaan BPKP akan menyimpulkan apakah proyek tersebut layak atau tidak.

Sebelumnya, banyak pro dan kontra tentang rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya, yang investasi pembangunannya diperkirakan mencapai Rp 34 triliun.

Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, pemerintah akan merelokasi proyek pembangunan pelabuhan di Cimalaya untuk bergeser ke arah timur, yaitu di antara Subang ataupun Indramayu.

Rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya terus mengalami penundaan sejak mulai direncanakan pada 2010.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY