BSD Siapkan Area Pergudangan Seluas 350 Ha di Surabaya

0
384

Serpong – (suaracargo.com)

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) sedang menyiapkan kawasan pergudangan di Benowo, Surabaya. Proyek ini direncanakan berdiri di atas 350 hektare lahan. Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya, mengatakan bahwa saat ini penggarapan proyek masuk tahap pembebasan lahan. “Dari target 350 hektare, kami sudah membebaskan 320 hektare,” ujar Hermawan di Kota Mandiri BSD City, Serpong, Banten, belum lama ini, sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Secara geografis, Benowo berada di wilayah Surabaya bagian barat. Benowo merupakan kawasan yang diprioritaskan sebagai sentra industri di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dari sisi infrastruktur, kawasan ini memang menjanjikan karena dilintasi oleh jalur tol Surabaya – Gresik.

“Lokasi pergudangan kami cukup strategis, yakni di sisi selatan tol Surabaya – Gresik. Saat ini, kami sedang mengurus izin membuka akses tol ke Benowo,” jelas Hermawan.

Selain dekat dengan jalan tol, BSD juga membidik kawasan Benowo karena posisinya yang dekat dengan Pelabuhan Teluk Lamong. Dari jalur tol Surabaya – Gresik, pelabuhan Teluk Lamong berada di sisi utara, sedangkan Benowo di sisi selatan.

Rencananya, pembangunan fisik akan mulai dilakukan pada 2016. Pengembang nantinya akan fokus membangun unit – unit pergudangan. Di samping itu, di lokasi tersebut juga akan didirikan business centre dan light industry untuk mendukung Pelabuhan Teluk Lamong.

Pusat Bisnis

Terkait dengan business centre, sebagaimana sebelumya telah diberitakan, BSD juga kini sedang menyiapkan lahan seluas 80 hektare (ha) guna membangun central business district (CBD) di kawasan kota mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) City, Serpong, Banten. Area seluas 80 ha tersebut dibagi menjadi dua kawasan CBD, yakni kawasan seluas 25 ha dan 55 ha.

Menurut Hermawan, kawasan CBD 25 ha sudah jalan tahun ini dan diperkirakan rampung pada 2024. Di kawasan bernama Green Office Park tersebut akan dibangun 10 menara perkantoran, setiap menara ditargetkan rampung dalam satu tahun. “Sedangkan di kawasan CBD 55 hektare, unit properti yang dibangun masih dikaji. Namun, di kawasan ini sudah berdiri Aeon Mall,” ujar Hermawan.

Di kawasan CBD 55 ha, lanjut dia, nantinya akan dibangun unit – unit properti high rise seperti menara perkantoran dan apartemen. Setiap gedung dirancang sebagai bangunan tinggi. Sedangkan di kawasan CBD 25 ha, tambah Hermawan, bangunan perkantoran yang dibangun cenderung berlantai rendah (low rise). Ketinggian setiap bangunan tidak lebih dari enam lantai. “Semua gedung di kawasan ini dibangun dengan mengadopsi konsep green building,” jelas dia.

Sama seperti di kawasan CBD 55 hektare, di CBD 25 hektare juga sudah berdiri pusat perbelanjaan, yakni The Breeze. “Total investasi untuk CBD 25 hektare kami perkirakan mencapai Rp 2 triliun,” tegas Hermawan.

Masih di Surabaya, pada 2016, BSD juga berencana membangun proyek residensial dan komersial. Lahan yang akan dipakai menyebar di beberapa lokasi. Salah satunya di kawasan Wiyung, dengan luas lahan 40 hektare. “Lokasi di Wiyung sangat strategis karena dilewati outer ring road Surabaya Barat.

“Di kawasan ini kami akan membangun proyek residensial dan komersial,” kata Hermawan. Lokasi lain yang juga dibangun proyek serupa adalah di kawasan Segidelapan, Darmo, Surabaya Barat.

Di samping Surabaya, pengembang juga akan berekspansi ke wilayah lain. Beberapa wilayah yang menjadi target ekspansi adalah Makassar, Manado, dan Palembang. Pembangunan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada 2015 atau 2016.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here