Bulan Belanja Online, JNE Bersiap Panen Raya

0
771
ilustrasi pengiriman barang (tribunmanado)

Jakarta – (suaracargo.com)

Bisnis pengiriman barang PT Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) terus melaju. Selama delapan bulan pertama tahun ini, rata-rata volume pengiriman barang JNE tumbuh 30%. Pertumbuhan paling besar bisnis tersebut terjadi di bulan Juni karena adanya momentum hari lebaran.

Hingga akhir tahun, perusahaan ini optimis bisa mencatatkan pertumbuhan volume pengiriman barang lebih dari 30% seiring dengan pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce.

Muhammad Feriadi, Direktur Utama JNE mengatakan bahwa potensi pertumbuhan pengiriman barang yang bisa dibidik perseroan di kuartal IV ini sangat besar. Pasalnya, pada bulan November nanti, akan digelar hari belanja online nasional.

header-baru-suaracargo

“Pelaku e-commerce memprediksi penjualan mereka tahun ini akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Itu artinya pertumbuhan kita di November dan Desember akan sangat besar,” katanya pada KONTAN, Senin (24/10).

JNE berkomitmen akan melakukan berbagai strategi agar arus pengiriman barang semakin lancar. Pertama, perusahaan ini telah menjalin kemitraan dengan komunitas kurir sepeda Westbike Messenger Services (WMS). Dengan begitu, jasa pengiriman JNE tidak hanya dilayani oleh sepeda motor dan mobil melainkan juga menggunakan sepeda.

Kurir sepeda tersebut ditugaskan untuk melayani konsumen di kawasan segitiga emas (Jl Jenderal Sudirman, Jl Gatot Soebroto dan Jl HR Rasuna Said). Saat ini, layanan ini baru ada di Jakarta. Namun, ke depan JNE berencana mengembangkan layanan ini di kota-kota besar lainnya. Para kurir sepeda ini akan melayani pengiriman barang dengan berat 1-2 kg.

Dalam waktu dekat, JNE juga akan meluncurkan layanan baru. Namun, Feri belum bersedia menjelaskan lebih jauh terkait layanan tersebut lantaran layanan itu masih dalam tahap persiapan dan sosialisi ke jaringan perusahaan.

Saat ini, pihaknya tengah berkonsentrasi untuk mempercepat arus pengiriman di pulau Jawa, karena konsumen terbesar berada di daerah ini. Sedangkan untuk di luar Jawa, JNE lebih memfokuskan mengembangkan konektivitas yaitu dengan menjalin hubungan lebih baik dengan pihak maskapai.

Sepanjang tahun 2016 ini, JNE menganggarkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk melakukan pengembangan infrastruktur, teknologi dan sumberdaya manusia. Dana paling besar disiapkan guna membiayai pengembangan konter sekitar Rp 329 miliar. Lalu Rp 100 miliar untuk bangun gudang dan Rp 50 miliar untuk pengembangan server.

Feri mengatakan ke depan pihaknya akan fokus mengembangkan teknologi Informasi untuk memberikan kemudahan akses informasi kepada customer dan menghadapi persaingan. Sebab menurutnya, IT sudah menjadi kebutuhan semua masyarakat saat ini.

Setelah mengembangan aplikasi MyJNE di perangkat berbasisi android yang bisa mempermudah konsumen untuk mencari informasi terkait pengiriman barang. Kedepan, perusahaan akan terus mengembangkan aplikasi ini.

Tahun 2017, anggaran belanja modal untuk IT diperkirakan akan naik. Hanya saja, Feri tidak bersedia menyebutkan angkanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here