BUMN Pelabuhan Jalin Kerjasama Dengan 6 Bank Integrasikan Sistem Pembayaran

0
372
ilustras pelabuhan Pontianak (sulawesi.bisnis.com)i

Jakarta – (suaracargo.com)

Empat BUMN Pelabuhan, yaitu Pelindo I, II, III, dan IV melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan 3 bank BUMN, yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Keempaat BUMN pelabuhan juga menggandeng 3 bank swasta, yaitu BCA, CIMB NIAGA, dan Bank Bukopin.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan dalam rangka penyediaan dan pemanfaatan layanan cash management dalam rangka mendukung penerapan Integrated Billing System (IBS).

Acara ini dihadiri dan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Deputi Bidang Usaha Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan. Penandatanganan nota kesepahaman itu sendiri dilakukan oleh seluruh Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV (Persero) dan sejumlah direksi bank nasional.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan untuk mengembangkan jasa dan produk perbankan dalam rangka peningkatan pelayanan dan solusi ke pengguna jasa pelabuhan. Kerja sama ini sekaligus upaya peningkatan dalam perbaikan konektivitas nasional dan kelancaran arus kapal dan barang.

Integrated Billing System (IBS) merupakan program Kementerian BUMN untuk mengintegrasikan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan di pelabuhan yang dioperasikan oleh Pelindo I, II, III, IV. Ada 6 fitur di dalam IBS, antara lain e-registration, e-booking, e-tracking and tracing, e-payment, e-billing, dan e-care.

“Kolaborasi saat ini diperluas dengan menggandeng tiga bank BUMN maupun tiga bank swasta terkemuka Indonesia untuk implementasi dan pengembangannya berdasarkan prinsip win-win secara strategis. Ke depan diharapkan kolaborasi semacam ini dapat menjadikan kita sebagai kekuatan e-commerce yang handal,” ujar Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesra II (Persero) Elvyn G. Masassya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Standarisasi sistem saat ini mencakup IBS dan inaportnet yang telah diuji coba di Pelabuhan Tanjung Priok dan kemudian diimplementasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia I, III, IV mulai dari tiga pelabuhan utama, yakni Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Makassar.

Program Inaportnet ini adalah inisiasi dari Kementerian Perhubungan yang bertujuan untuk mempercepat proses administrasi pelayanan kapal secara online antara Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar dengan Operator peiabuhan guna melayani para pengguna jasa.

Pelabuhan merupakan saIah satu Infrastruktur utama dalarn mendorong ekonomi nasional. Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV mengelola tidak kurang dari 108 pelabuhan di 34 provinsi di Indonesia, berikut 31 anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang berkonsentrasi di dalam berbagai bidang pelayanan jasa kepelabuhanan, logistik dan bisnis pendukung.

Berdasarkan data tahun 2015, PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) menangani lebih dari 13,3 juta TEUs peti kemas Indonesia, baik domestik dan internasional. Belum lagi pelayanan kapal, maupun volume cargo curah maupun general cargo.

“Diharapkan dengan penandatanganan MoU ini, bukan hanya pengguna jasa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang dapat merasakan kemudahan dan efektivitas pelayanan, tetapi juga seluruh Iini masyarakat di Indonesrlia mendapatkan dampak positif atas hadirnya program ini,” kata Elvyn, seperti dilansir detik.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY