Bupati Kutim Ismunandar Pastikan Pelabuhan Kenyamukan Bisa Beroperasi Tahun 2017

0
540
Bupati Kutim Ismunandar (kaltim.prokal.co)

Sangatta – (suaracargo.com)

Bupati Kutim Ismunandar memastikan, proses pembangunan jalan pendekat menuju Pelabuhan Kenyamukan, Sangatta, dapat dilanjutkan. Pasalnya, pemkab telah memberikan jaminan akan menyelesaikan pembayaran pembebasan lahan. Namun, dengan catatan, akan dilakukan terhadap pemenang gugatan sesuai hasil keputusan PN Sangatta.

“Boleh dong (pembangunan jalan pendekat dilanjutkan, Red). Tinggal nanti kami lihat siapa yang menang, itu yang kami bayar,” ucap Ismunandar, beberapa waktu lalu, seperti dilansir prokal.co.

Dia menerangkan, terkait perkara sengketa lahan antara pihak yang mengklaim sebagai pemilik, sebenarnya tidak bisa menjadi alasan menghalangi pembangunan jalan. Dia berharap, warga mendukung program yang dilaksanakan pemerintah.

“Kan sudah diajukan (masalah sengketa lahan, Red) ke pengadilan. Biar nanti siapa yang menang, itu yang dapat. Kalau kami juga jadi juri mengatur warga yang bertikai, kan tidak bisa. Jadi, biar pengadilan yang memutuskan,” lanjutnya.

Ismunandar yakin, pembangunan jalan pendekat selesai sesuai target awal yakni Mei 2017. Jadi, rencana pemerintah pusat menetapkan Pelabuhan Kenyamukan sebagai Jalur Tol Laut Nasional dapat terealisasi.

“Kalau kami masuk bagian itu (Jalur Tol Laut Nasional, Red) manfaatnya pasti dirasakan masyarakat. Karena transportasi antarpulau jadi mudah dan harga barang juga murah. Makanya, kami perlu dukungan masyarakat,” harap Ismunandar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim Aswandini Eka Tirta mengatakan, sesuai hasil rapat, pihaknya akan melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Jadi, proses pekerjaan dapat diselesaikan sebelum target yang ditetapkan.

“Kami akan sampaikan kepada kedua belah pihak. Setelah itu, baru dimulai lagi proses pekerjaannya,” kata Aswan, kemarin (2/11).

Seperti diketahui, jalan pendekat tersebut memiliki panjang 3 kilometer. Yang telah selesai dikerjakan sepanjang 1,9 km. Sedangkan sisanya masih bermasalah, karena status lahan yang belum dibebaskan.

Proses pembebasan lahan pun baru bisa dilakukan tahun depan. Pasalnya, untuk tahun ini, PU belum mengalokasikan anggaran. Apalagi dengan posisi defisit. Mengingat, anggaran yang diperlukan mencapai Rp 2–3 miliar.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here