Buruh Bagasi di Pelabuhan Belawan Harus Saling Kejar Dengan Calon Penumpang

    0
    321
    Para buruh di Pelabuhan Belawan harus berlomba mengejar penumpang untuk mendapatkan rezeki.iNews TV/Rusli

    Belawan – (suaracargo.com)

    Para buruh pikul (buruh bagasi) di Pelabuhan Belawan ini harus saling mengejar calon penumpang kapal yang akan berangkat naik keatas kapal, jika ingin mendapatkan rezeki untuk memikul barang bawaan calon penumpang kapal.

    Buruh bagasi di Pelabuhan Belawan ini tidak memikirkan resiko kecelakaan, atau mengenal lelah demi mendapatkan uang untuk keluarga dirumah. Begitu melihat adanya calon penumpang kapal turun dari bus atau pun mobil, para buruh ini berlomba mengejarnya agar mendapatkan mengangkut barang mereka untuk dipikul naik ke atas kapal.

    Bila terlambat, bisa saja mereka tidak mendapatkan barang untuk diangkut, sehingga tidak mendapatkan uang untuk dibawa ke rumah.

    Seperti yang diungkapkan Fendi Silitonga (48), yang sudah 20 tahun menekuni profesi buruh bagasi. Menurutnya, bila kapal masuk tidak pada mudik lebaran dirinya tidak mendapatkan rezeki untuk mengangkut barang.

    “Tapi mudah-mudahan arus mudik mau pun balik lebaran tahun ini, bisa mendapatkan rejeki sebesar Rp.100.000 hingga Rp.250.000,” katanya.

    Sementara itu buruh lainnya Jhoni Simanjuntak (52) mengatakan, bekerja sebagai buruh pikul atau buruh bagasi di Pelabuhan Belawan memang bukan pilihan.

    “Tapi tidak ada lagi pilihan untuk menghidupi keluarga. Mengenai penghasilan, jika ada penumpang yang baik, terkadang suka memberi Rp100.000 atau Rp1500.000. Tapi banyak yang memberi sesuai upah Rp50000,” katanya, seperti dilansir liputan6.com.

    Penulis: Rusli HR

    Editor: M. Nahar

     

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here