Buruh Pelabuhan JICT Pertanyakan Perpanjangan Konsesi

0
201
Proses boongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta   (tribunnews.com / Hendra Gunawan)
Proses boongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta
(tribunnews.com / Hendra Gunawan)

Jakarta – (suaracargo.com)

Ketua Serikat Pekerja (SP) PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova Hakim mempertanyakan pernyataan Dirut Pelindo II, RJ Lino yang memperpanjang konsesi JICT.

Alasan RJ Lino, sebagaimana dipaparkan di depan para anggota DPR, adalah karena Pelindo II dinilai belum siap mengelola JICT secara mandiri.

Nova mengatakan, pernyataan tersebut merupakan ironi besar. Selama 16 tahun, JICT telah melakukan alih pengetahuan dan teknologi yang sangat memadai dengan Hutchison Port Holding (HPH).

“Ratusan karyawan JICT telah mendapatkan pelatihan berstandar internasional. Bahkan JICT berkali-kali mendapat pengakuan sebagai terminal petikemas terbaik di Asia,” ujar Nova di Jakarta, Kamis (2/7/2015)

Terakhir JICT dianugerahi penghargaan sebagai “Best Container Terminal under 4 million TEUS” oleh Asia Cargo News dalam ajang Asian Freight, Logistic and Supply Chain Awards (AFLAS) tahun 2015.

Hal ini dicapai oleh anak bangsa yang bekerja di JICT dengan hanya satu orang ekspatriat. “Kalau mmemang RJ Lino menilai kami belum siap, itu sama artinya HPH gagal melakukan alih teknologi sesuai amanat privatisasi 1999. Lalu untuk apa konsesi diperpanjang lagi ke HPH?” kata Nova, sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY