Buruknya Infrastruktur Jalan Picu Besarnya Ongkos Logistik

0
432
ilustrasi jembatan
ilustrasi jembatan

Jakarta – (suaracargo.com)

Anggota Komisi VI DPR, Bambang Harjo S mengatakan, ongkos logistik terbesar pengiriman barang antar pulau di Indonesia tidak berasal dari angkutan laut. Menurut Bambang, tidak terakomodasinya angkutan darat di pulau setelah barang yang dikirim diturunkan dari dari kapal turut membengkakkan biaya logistik di pulau terpencil.

Kondisi infrastruktur darat yang buruk mendorong pelaku usaha untuk mengantarkan barangnya melalui angkutan udara. Adapun pemerintah tidak menetapkan tarif batas atas untuk pesawat. Barang-barang jadi mahal karena tidak terkontrol harganya. Jadi, biayanya bisa 10 kali lipat daripada ongkos transportasi laut, tuturnya.

Dia mencontohkan pengiriman 25 ton beras pada satu kontainer menuju Pulau Irian Jaya memerlukan ongkos Rp15 juta. Selanjutnya, beras diangkut ke wilayah pedalaman seperti Jaya Wijaya, Papua, dengan menggunakan pesawat bisa memakan biaya Rp1 juta per karung beras. “Kondisi tersebut otomatis memicu perbedaan harga yang tinggi antar pulau di Indonesia,” ujarnya, Senin (25/5/2015).

“Jadi transportasi laut penyumbang disparitas haraga besar itu enggak benar,” katanya, seperti dilansir bisnis.com

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here