Cara Pelindo II Tingkatkan Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan

0
429
ilustrasi penumpukan peti kemas

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II terus mendorong kelancaran arus barang ekspor dan impor di pelabuhan-pelabuhan yang dikelolanya. Untuk merealisasikan hal ini, perusahaan pelat merah tersebut menyiapkan dana sebesar Rp 23 triliun.

Direktur Keuangan Pelindo II Orias T Moedak mengatakan, dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II.

Untuk Tanjung Priok, Pelindo II mengalokasikan dana sebesar Rp 12 triliun, Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat sebesar Rp 5 triliun, Pelabuhan Sorong di Papua Rp 2,5 triliun dan pengembangan proyek kanal Cikarang Bekasi Laut sebesar Rp 3,5 triliun.

“Terminal Kalibaru sudah hampir rampung tinggal IT yang masih membutuhkan waktu untuk kita selesaikan secara bertahap dan di pertengahan tahun ini bisa digunakan,” ujar dia di Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Dia mengatakan, saat ini Pelindo II tengah fokus pada pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut karena arus ekspor dan impor barang di Indonesia mayoritas dilakukan di pelabuhan tersebut.

“Pengembangan ke depan masih fokus dikembangkan di Tanjung Priok. Arus ekspor impor 60 persen ada di sini,” kata dia, seperti dilansir redaksi.co.id.

Meski demikian, lanjut Orias, pihaknya tetap melakukan pengembangan di pelabuhan-pelabuhan lain. Hal dilakukan ini karena kelancaran arus ekspor dan impor barang nasional tidak ditentukan oleh satu pelabuhan saja.

“Tapi kita juga kembangkan di luar Priok. Karena kan pelabuhan tidak bisa berdiri sendiri, karena dia perlu berlayar ke pelabuhan-pelabuhan lainnya seperti ke Kalbar, Cirebon, Tanjung Perak dan Papua barat,” tutur dia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here