Cegah Pemalsuan Tiket, PT KAI Terapkan Sistem Check In dan Boarding Pass

    0
    284
    Stasiun Senen (Foto: Rachman Haryanto/detikFoto)

    Jakarta – (suaracargo.com)

    Keberhasilan penerapan sistem check in dan boarding pass di Stasiun Gambir membuat PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta akan memberlakukan sistem yang sama di Stasiun Pasar Senen pada Selasa (26/7). Keberhasilan penerapan sistem ini di Stasiun Gambir mulai 23 Juni lalu menjadi tolak ukur pertimbangan pengambilan kebijakan ini.

    Dengan sistem baru ini, para penumpang yang telah membeli tiket di channel eksternal dan telah memiliki kode booking bisa melakukan check in pada mesin check in mandiri yang ada di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen. Demikian pula para penumpang yang telah mencetak tiket.

    Proses check in bisa dilakukan oleh calon penumpang mulai dari dua belas jam sampai sepuluh menit sebelum jadwal keberangkatan KA. Check in dilakukan dengan cara mengetikkan kode booking yang tercantum pada bukti transaksi pembelian tiket atau bisa juga dengan melakukan scan barcode dari tiket pada Mesin Check in Mandiri.

    Mesin ini akan mengeluarkan (cetak) boarding pass yang mencantumkan nama dan ID penumpang, kode booking, dan nama KA beserta tujuan dan jadwal keberangkatan. Boarding pass inilah yang kemudian harus dibawa penumpang saat pemeriksaan identitas di boarding gate stasiun. “Sangat mudah dan cepat, mirip dengan proses cetak tiket mandiri di stasiun,” ujar Bambang S. Prayitno, SM Humas PT KAI Daop 1 Jakarta.

    banner-csm-atas

    “Apa bedanya Chek In Mandiri (CIM) dengan Mesin Cetak Mandiri (CTM) Pada dasarnya hampir sama proses validasi penumpang, pada mesin. Jika pada CTM Pengguna jasa setelah mendapatkan kode booking selanjutnya mencetak tiket KA seperti umumnya, namun pada Mesin Chek In Mandiri (CIM) pengguna jasa jika sudah mendapatkan kode booking dan mengetikan pada mesin ini akan mendapatkan struk tanda chek in dan berlaku sebagai tiket KA, jadi tidak perlu lagi tiket seperti biasanya, dan selanjutnya hanya membawa struk boarding pass tersebut masuk boarding gate (pintu boarding) dengan memperlihatkan Kartu identitas Asli (KTP, SIM, Passport, Kartu keluarga).” Ungkapnya, dalam siaran pers yang diterima redaksi.

    Bagaimana jika pengguna jasa kereta api sudah punya tiket yang tercetak pada CTM? Pengguna jasa KA hanya tinggal scan barcode yg ada pada tiket dan selanjutnya akan mendapatkan struk Chek in dan Boarding pass.

    “Kedepan Tiket yang di cetak di CTM akan dirubah dan diganti dengan Struk Chek In Mandiri (Boarding Pass), dan hanya bisa dicetak mulai 12 Jam sebelum keberangkatan dari stasiun tersebut. Chek in Mandiri tidak bisa mencetak tiket keberangkatan dari stasiun lain, tapi hanya di stasiun tersebut.” tambah Bambang.

    Sementara itu, untuk penumpang yang membeli tiket go show (pembelian langsung), penumpang tersebut akan mendapat 2 lembar struk. Lembar pertama merupakan bukti pembayaran dan lembar kedua adalah boarding pass untuk memasuki boarding gate. Setelah memiliki boarding pass, penumpang dapat segera menuju boarding gate untuk mendapatkan pemeriksaan identitas. Di sana, petugas akan melakukan verifikasi boarding pass dengan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan data dengan Kartu Identitas asli penumpang.  “Penumpang tetap wajib menunjukan Kartu Identitas asli yang ada foto yang bersangkutan, jika data pada boarding pass dan ID tidak sesuai tetap dilarang masuk dan dianggap tidak berlaku,” ujar Bambang.

    PT KAI Daop 1 Jakarta berharap, pemberlakuan sistem check in dan boarding ini dapat menghilangkan tiket – tiket palsu yang pernah beredar beberapa waktu lalu di beberapa daerah. Jumlah mesin Check In Mandiri pun akan terus ditambah secara bertahap di stasiun-stasiun KA untuk mengimbangi dengan jumlah penumpang yang akan melakukan perjalanan.

    Dengan penerapan sistem check-in, boarding pass tidak akan bisa didapatkan penumpang tanpa ada kode boking transaksi pembelian tiket. Sehingga dapat dipastikan, tidak akan ada lagi penggunaan tiket palsu.  Selain antisipasi terhadap tiket palsu, sistem ini juga akan meniadakan ketidaksesuaian tanggal keberangkatan tiket penumpang. Untuk tanggal keberangkatan yang tidak sesuai, penumpang dipastikan tidak akan berhasil melakukan proses check-in.

    Diharapkan, penerapan sistem check-in di stasiun keberangkatan ini akan semakin meningkatkan ketertiban dan keamanan serta  kenyamanan pengguna jasa kereta api. Untuk sementara, pengguna jasa akan dipandu oleh petugas di lokasi Check In Counter Stasiun Pasar Senen.s

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY