Cegah Penyelundupan, Menhub Kirim Perwira TNI

0
206
Seluruh bibir pantai yang mengelilingi Pulau Batam, Rempang, dan Galang, bisa difungsikan sebagai pelabuhan tikus. Salah satu pantai di Kawasan Nongsa, Batam. Foto: istimewa

Batam – (suaracargo.com)

Banyaknya pelabuhan ilegal alias pelabuhan tikus di Batam yang digunakan untuk kegiatan penyelundupan barang dan manusia jadi sorotan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Ia mengaku sudah mengirimkan beberapa orang stafnya ke Batam untuk mencari cara penertiban pelabuhan tersebut.

“Pelabuhan tikus itu paling banyak di Batam. Itu jadi pintu penyelundupan. Harus ditertibkan karena merugikan dan mengancam negara,” tegas Jonan dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang pelaksanaan tol laut dengan Jawa Pos Group, di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Aktivitas ilegal itu dianggap mengancam negara karena barang yang diselundupkan tidak hanya bahan-bahan kebutuhan pokok. Para penyelundup juga ada yang nekat menyelundupkan narkotika dan obat terlarang lainnya. Bisa jadi, ada juga senjata dan barang berbahaya lainnya yang ikut diselundupkan.

“Saya sudah kirim staf khusus saya seorang perwira TNI Angkatan Laut dan dari direktorat jenderal terkait ke Batam untuk mengkaji bagaimana menutup pelabuhan tikus itu,” katanya, seperti dilansir batampos.co.id.

“Tapi saya tak mau ribut-ribut. Pelan-pelan saja, yang penting bisa selesai. Itu kan (keberadaan pelabuhan tikus) sudah lama,” ujarnya.

Secara umum, untuk menekan angka penyelundupan di berbagai pelabuhan dan sarana transportasi laut di Indonesia, Kemenhub bekerja sama dengan Bea Cukai dan Polair Polri.

“Setahu saya sudah menurun. Tapi angka pastinya yang tahu Bea Cukai,” kata Jonan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY