Chandra Asri Bersama Pemerintah Melakukan Uji Efektivitas Aspal Berbahan Plastik

0
30

SUARACARGO.COM, JAKARTA – Setelah penggunaan plastik sebagai campuran aspal diterapkan dalam pengaspalan jalan lingkungan perseroan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. akan bekerja sama dengan pemerintah untuk menguji efektivitas pencampuran dan kegunaan aspal plastik ini.

menginisiasi penggunaan sampah kantong plastik dalam campuran aspal dalam lingkungan perusahaan swasta.

Edi Rivai, General Manager Polymer Technical Service and Product Development Chandra Asri, menuturkan penggunaan aspal bercampur plastik merupakan komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pada tahap awal, emiten berkode saham TPIA ini akan menggunakan 3 ton sampah kantong plastik untuk melakukan pengaspalan jalan lingkungan perusahaan seluas 6.372 meter persegi.

“Aspal yang dicampur dengan sampah plastik tingkat ketahanan jalan bertambah hingga 30%-40%,” kata Edi di Cilegon, Selasa (3/7/2018).

Melalui inisiatif ini, perseroan berupaya menunjukkan kantong plastik sekali pakai—yang dikhawatirkan menjadi sampah yang mengotori lautan—dapat ditangani dengan baik menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai ekonomi.

Dalam pengaspalan itu, setiap 1 ton aspal ditambahkan 50 kilogram sampai 60 kilogram sampah kantong plastik yang sudah dicacah. “Pencampurannya 5%-6%,” katanya.

Teddy Caster Sianturi, Kepala Pusat Litbang Industri Hijau Kementerian Perindustrian, menjelaskan sesuai dengan amanat Undang-undang No.3/2014 tentang Perindustrian, pemerintah berkomitmen membangun industri yang ramah lingkungan.

Selama ini, kantong plastik sekali pakai kurang tertangani sehingga hanyut ke laut dan menjadi masalah lingkungan.

“Dengan inisiasi Kementerian Koordinator Kemaritiman, pemerintah berkomitmen sampah plastik tidak hanyut ke laut. Kemenperin mendorong industri menerapkan ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan kembali sampah plastik,” ujar Teddy.

Terdapat sejumlah upaya yang diterapkan seperti pemanfaatan sampah kantong plastik untuk aspal dan penggunaan kembali bahan plastik melalui daur ulang. “Sedangkan plastik yang sudah benar-benar rusak dan terhitung sebagai residu akan digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga sampah,” katanya.

Teddy mengatakan pihaknya akan mendorong lebih banyak perusahaan swasta untuk terlibat aktif dalam penanggulangan sampah plastik ini.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, inisiasi nasional melalui payung hukum berupa keputusan presiden akan segera terbit untuk mewujudkan komitmen pengurangan sampah plastik yang hanyut ke laut.

“Kami menaruh apresiasi kepada Chandra Asri yang coba membantu mencarikan solusi menangani sampah plastik di sekitar,” imbuhnya.

Kementerian Perindustrian memperkenalkan kebijakan 5R untuk industri. Selain Reuse, Reduce, dan Recycle yang selama ini didorong, pelaku industri juga diminta mengoptimalkan produk dan peralatan yang ada dengan melakukan recovery dan repair.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here