Coastal Shipping akan Diterapkan di Pelabuhan Kendal

0
522
Pelabuhan Kendal (Foto ANTARA/Syaiful Arif)
Pelabuhan Kendal (Foto ANTARA/Syaiful Arif)

Kendal – (suaracargo.com)

Coastal Shipping atau pengangkutan kendaraan berat melalui jalur laut akan siap diterapkan di Pelabuhan Kendal, yang akan mulai beroperasi pada tahun 2015. Selain itu, Pelabuhan Kendal juga akan digunakan sebagai pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan niaga. Hal itu diungkapkan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Coastal Shipping dan kesiapan operasional pelabuhan penyeberangan Kendal, di Aula Bappeda Pemkab Kendal, Kamis (20/11).

Narasumber acara, Kasubdit Jaringan Transportasi Dirjen Perhubungan Darat, Joni Siagian, mengatakan, Kendal dijadikan alternatif jalur Coastal Shipping karena dinilai sebagai lokasinya yang strategis. “Ijin operasional sudah pernah dilakukan dengan uji coba penyeberangan mobil ke Raja Ampat, Papua dan tidak ada masalah, menggunakan kapal Kali Bodri. Saat ini, proses ijin akan segara direalisasi namun masih dalam kajian,” katanya, sebagaimana dilansir radarpekalonganonline.com.

Menurut Joni, keberadaan Coastal Shipping sangat penting karena banyak manfaatnya. Selain untuk mengangkut angkutan berat melalui laut, Coastal Shipping juga membantu mengurangi kerusakan jalan dan menekan angka kecelakaan, mempersingkat waktu perjalanan dan efesiensi BBM serta membantu mengurai kepadatan di jalur pantura. “Selain itu juga mengurangi dampak sosial perjalanan darat. Sehingga saat dioperasionalkan, Coastal shipping juga harus siap operasional,” bebernya.

Sedangkan Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kendal, Wahyu Yusuf, mengungkapkan bahwa untuk kesiapan operasional pelabuhan penyeberangan Kendal, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Persiapan tersebut antara lain membentuk UPTD Pelabuhan. Selain itu, sudah dilakukan pula uji coba penyeberangan mobil ke Raja Ampat Papua.

Sarana dan prasarana yang telah selesai untuk penyeberangan antara lain dermaga dengan panjang 110 meter dan lebar 14,5 meter, break water, kolam labuh yang memiliki luas 300 meter x 500 meter, alur pelayaran, fasilitas navigasi seperti mercu suar, rambu suar laut, dan kapal patroli. “Akses jalan dari arteri menuju pelabuhan berupa jalan beton sepanjang 4,2 meter dan lebar tujuh meter,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pembangunan pelabuhan selama 2014 berasal dari APBN seperti penyelesaian akses jalan pelabuhan Rp18,25 miliar, pengerukan kolam pelabuhan tahap II sebesar 238.120 meter kubik Rp17,397 miliar dan lanjutan pembangunan breakwater timur dan barat Rp45,23 miliar. “Sejak 2001 hingga 2014, pembangunan Tanjung Kendal menelan biaya mencapai Rp455,992 miliar yang berasal dari APBN, APBD Jateng, dan APBD Kendal,” ulasnya.

Meski demikian, masih terdapat kendala yang dihadapi, antara lain belum adanya stasiun pengisian bahan bakar kapal. Alternatifnya dilakukan droping BBM dari Pertamina, air bersih yang akan dikerjasamakan dengan PDAM atau pihak lain dengan droping tangki air. Selain itu tambahan untuk menambatkan kapal hingga belum adanya trayek menuju pelabuhan. “Kami masih mengevaluasi jaringan trayek baru dari dan atau ke pelabuhan,” paparnya.

Pelabuhan Kendal nantinya juga akan melayani beberapa kegiatan yaitu sebagai pelabuhan penyeberangan dengan rute Kendal-Kumai. Pelabuhan Niaga terbagi dua, niaga terbatas melayani pengakutan log kayu dan batubara, serta niaga terpadu yaitu curah kering, peti kemas, batubara dan Coastal Shipping. “Pengoperasian untuk pelabuhan penumpang dengan tujuan Kendal (Jateng) – Kumai (Kalimantan Tengah). Sementara untuk niaga masih dalam proses pekerjaan dan diperkirakan selesai pada 2016,” imbuhnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here