Cuaca Buruk dan Gelombang Laut Tinggi Sebabkan Penumpang Kapal Tertahan di Pelabuhan Manado

0
636
Angin yang disertai hujan membuat beberapa bangunan yang berada di tepi laut Manado, Sulawesi Utara, rusak. Ombak juga membuat lahan reklamasi amblas. Gambar diambil pada Selasa (30/12/2014).
Angin yang disertai hujan membuat beberapa bangunan yang berada di tepi laut Manado, Sulawesi Utara, rusak. Ombak juga membuat lahan reklamasi amblas. Gambar diambil pada Selasa (30/12/2014).

Manado – (suaracargo.com)

Ratusan penumpang kapal laut yang hendak berlayar ke kabupaten-kabupaten di Nusa Utara, Sulawesi Utara, terlantar di Pelabuhan Manado sejak Senin (29/12/2014) malam. Para penumpang kapa-kapal tersebut mengeluhkan pelayanan dari operator kapal yang tidak memberikan kompensasi apapun kepada mereka.

“Kami tidak diberi makan ataupun minum apapun sejak tadi malam, semestinya mereka bertanggungjawab dengan penundaan ini,” keluh Stenly, salah satu penumpang Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (30/12/2014), sebagaimana dilansir kompas.com.

Seharusnya, kapal yang akan ditumpangi Stenly bertolak pada Senin petang. Namun, cuaca buruk menyebabkan keberangkatan kapal tersebut terpaksa ditunda.

Pada Senin petang, ketinggian ombak di perairan Sulawesi mencapai 3 meter hingga 4 meter, sehingga dinilai berbahaya bagi pelayaran. Setidaknya, ada empat kapal tertunda keberangkatannya karena kondisi cuaca yang seperti ini. “Kemarin diumumkan kapal tunda berangkat dan nanti Selasa pukul 04.00 Wita. Tapi ini sudah pukul 07.00 Wita, belum ada pemberitahuan apa pun,” ujar Stenly. “Kalau memang tidak jadi berangkat, kan kami bisa pulang ke rumah,” kecam dia.

Selain kapal dari Manado yang tertahan di pelabuhan, beberapa kapal cepat tujuan Manado dari Tahuna, Siau, dan Tagulandang juga tak bisa melaut. Kapal-kapal terpaksa terpaksa harus mencari tempat aman dan menunda keberangkatan ke Manado. Salah satunya adalah KM Prima Oasis yang terjebak di tengah pelayaran dan harus mencari perlindungan, dilaporkan baru bisa merapat ke dermaga pelabuhan pada Selasa pagi. Sewaktu cuaca memburuk, kapal itu pada Senin petang subdah mendekati Pelabuhan Manado tetapi terpaksa harus memutar haluan ke Munte untuk berlindung dari cuaca buruk.

Sementara itu, walau hujan sudah mulai mereda, tetapi warga Manado masih dikhawatirkan dengan awan gelap yang terus membayangi langit Manado. Sepanjang Senin malam hingga Selasa subuh, warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dicemaskan dengan datangnya banjir.

Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan sempat meminta warga untuk segera mengungsi ke daerah yang lebih aman karena ketinggian air di DAS Tondano sudah hampir mencapai 3 meter.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here