Cuaca Buruk dan Ketinggian Gelombang Hambat Pelayaran di Pelabuhan Jangkar

    0
    722
    Pelabuhan Jangkar ditutup/Foto: Ghazali Dasuqi (detik.com)

    Situbondo – (suaracargo.com)

    Cuaca buruk Perairan Selat Madura membuat seluruh aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, terpaksa dihentikan, Kamis (22/12/2016). Pelayaran di sana dinilai tidak mungkin dilaksanakan mengingat ketinggian gelombang dan kecepatan angin di tengah laut.Belum diketahui, hingga kapan pihak Pelabuhan Jangkar akan menutup aktivitas penyeberangan menuju kepulauan di Madura.

    “Mulai hari ini pelayaran kita tutup. Kalau berdasarkan prediksi BMKG cuaca buruk ini terjadi sampai Sabtu (24/12) mendatang. Tapi kalau besok sudah memungkinkan, ya akan kita buka. Yang jelas, dalam jasa pelayanan ini kami selalu mengutamakan keselamatan,” kata Kepala Pelabuhan Jangkar, Juni Dwi Hanggoro.

    Juni mengemukakan, hari ini ada satu jadwal pelayaran dari pelabuhan Jangkar yang terpaksa dihentikan, yakni rute Jangkar menuju Sapudi. Sebab, berdasarkan prakiraan cuaca, saat ini ketinggian gelombang di tengah laut mencapai 2 hingga 3 meter, dengan kecepatan angin sekitar 15 knot. Kondisi cuaca demikian memungkin kapal untuk melakukan aktivitas pelayaran.

    “Pemberitahuan secara resmi memang belum kami terima. Tapi kita terus menerus mengakses prakiraan cuaca dari BMKG Banyuwangi. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak pelabuhan di Madura,” papar Juni Dwi Hanggoro, seperti dilansir detik.com.

    Pengamatan detikcom sendiri menyebutkan, meski aktivitas penyeberangan dihentikan, hingga siang ini tidak tampak adanya calon penumpang yang keleleran di kantor pelabuhan. Sejak kondisi cuaca di laut sering buruk, kebanyakan calon penumpang konon lebih mengakses informasi jasa pelayanan pelabuhan melalui saluran telepon. Mereka yang terlanjur datang di pelabuhan biasanya akan langsung pulang kembali atau memanfaatkan jasa penginapan di sekitar pelabuhan.

    “Selain menempelkan informasi di papan pengumuman, kita juga menyiapkan petugas di beberapa titik pelabuhan untuk sosialisasi ke calon penumpang. Tapi sejauh ini sudah banyak yang bertanya lewat telepon,” ujar Juni.

    Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here