Cuaca Buruk Hambat Pelayaran Kapal di Balohan

0
431
Puluhan truk dan mobil pribadi tertahan di Pelabuhan Balohan, Sabang, Jumat (19/12/2014) karena KMP BRR hanya berlayar satu trip akibat cuaca buruk.  (tribunnews.com)
Puluhan truk dan mobil pribadi tertahan di Pelabuhan Balohan, Sabang, Jumat (19/12/2014) karena KMP BRR hanya berlayar satu trip akibat cuaca buruk.
(tribunnews.com)

Sabang – (suaracargo.com)

Dua kapal cepat yang melayani penyeberangan penumpang dari Pelabuhan Balohan, Sabang ke Ulee Lheue, Banda Aceh, dan sebaliknya, Jumat (19/12/2014) kemarin, tidak bisa beroperasi. Sedangkan KMP BRR hanya berlayar satu trip. Kendala itu menyebabkan banyak warga gagal berangkat dan puluhan kendaraan menumpuk di pelabuhan.

Berdasarkan pantauan dan informasi yang diterima Serambi (Tribunnews.com Network), mulai pukul 07.00 WIB Pelabuhan Penyebarangan Balohan, Sabang, sudah dipadati calon penumpang dan kendaraan. Namun sebagian besar calon penumpang kecewa karena tidak bisa berangkat pagi itu, karena KM Express Bahari 9C dan KM Express Cantika 89 tidak diberangkatkan.

Sementara itu, kapal lambat KMP BRR, yang merupakan satu-satunya armada transportasi laut yang mengangkut penumpang dan barang pada hari Jumat kemarin, berangkat pukul 07.30 WIB, lebih cepat 30 menit dari hari biasanya. Kapal lambat berkapasitas 350 penumpang ini juga hanya berlayar satu trip dari dua trip yang seharusnya. Kondisi itu membuat jumlah penumpang yang gagal berangkat semakin bertambah. Tidak hanya warga lokal, para wisatawan asing juga kesal akibat tidak berangkatnya kapal cepat. “Sebagian bule mengamuk, karena tiket pesawat yang dikantonginya hangus akibat tidak bisa berangkat lebih cepat,” kata warga setempat, Abdullah alias Dolah Breok yang juga batal berangkat karena terlambat tiba di pelabuhan.

Bukan hanya para penumpang yang batal berangkat, sejumlah puluhan truk dan mobil pribadi yang sudah parkir di pelabuhan sejak Kamis (18/12/2014) sore juga gagal menyeberang ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Kepala Cabang PT Sakti Inti Makmur (SIM) Sabang, Jon Heriadi, mengakui Jumat kemarin KM Express Bahari 9C dan KM Express Cantika 89 tidak berangkat melayani penumpang Sabang-Banda Aceh dan sebaliknya. John mengatakan hal tersebut saat ditemui Serambi di Pelabuhan Balohan,

Pembatalan pemberangkatan kedua kapal cepat itu merupakan hasil kesepakatan Syahbandar dan kapten kapal. Mereka membatalkan pemberangkatan karena lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Gelombang laut di perairan Aceh sangat tinggi, yakni 3 hingga 4 meter. Gelombang tersebut terjadi menyusul hujan deras dan angin kencang yang melanda kawasan itu sejak Kamis sore hingga Jumat kemarin.

“Surat izin berlayar sudah keluar sehari sebelumnya, tapi pihak Syahbandar mencabutnya kembali karena gelombang sangat tinggi. Sementara kapten kapal juga tidak berani berangkat,” katanya. Sementara Nakhoda KMP BRR, Muhammad Noer yang dihubungi via telepon, mengatakan, kemarin kapal hanya berangkat satu trip, dari Sabang pukul 07.30 WIB dan kembali dari Banda Aceh pukul 10.00 WIB. “Hanya berangkat satu trip, karena angin sangat kencang dan gelombang laut lumayan tinggi,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here