Cuaca Buruk Landa Selat Sunda, Kapal Besar Sulit Untuk Merapat

0
328

Merak – (suaracargo.com)

Cuaca buruk berupa angin kencang, hujan, dan gelombang tinggi yang melanda perairan Selat Sunda mengakibatkan kapal feri jenis roll-on roll-of (Roro) sulit bersandar ke dermaga Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten.

Kondisi tersebut dijelaskan oleh Manajer Usaha Pelabuhan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Nana Sutisna. Nana juga mengatakan, pada malam hari, kapal yang berlayar di lintasan Merak-Bakauheni kesulitan bersandar di dermaga pelabuhan lantaran cuaca di perairan Selat Sunda yang buruk.

“Cuaca di malam hari sangat ekstrem dibandingkan pada siang hari. Tak jarang banyak kapal yang tidak bisa bersandar karena kondisi itu. Kalau siang hari cuaca normal dan kapal bisa beraktivitas seperti biasanya,” kata Nana, Jumat, 12 Desember 2014, sebagaimana dilansir tempo.co.

Nana mengatakan pula, akibat cuaca buruk, sejumlah kapal di Pelabuhan Penyeberangan Merak sering mengalami keterlambatan datang sekitar 10-20 menit. “Kalau cuaca seperti itu pasti akan terjadi keterlambatan sandar, tapi kita usahakan tidak lama. Karena kita selalu koordinasi dengan Pelindo dengan menyewa tugboat untuk menarik kapal yang memang kesulitan sandar.”

Nana menegaskan, meski cuaca buruk sering terjadi di Pelabuhan Merak, aktivitas di pelabuhan tetap normal dan tidak terganggu. Biasanya, jika terjadi cuaca buruk, Dermaga IV dan V ditutup karena persoalan keamanan. “Dermaga IV dan V tetap berjalan, tidak ada penutupan meski ada cuaca buruk.”

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi Oetomo, mengatakan fenomena alam, seperti gelombang tinggi dan angin kencang, dalam pelayaran tidak bisa diabaikan dan para nakhoda kapal diminta berhati-hati. “Kami minta penumpang untuk memahami dan tidak panik ketika kapal yang dinaikinya mengalami sulit sandar,” kata Mario.

Menurut dia, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, pihak ASDP sudah menyiapkan 28 unit kapal untuk melayani penyeberangan di lintasan Pelabuhan Merak-Bakeuheni. “Kapal tetap kita optimalkan, sekarang ada 28 kapal yang beroperasi. Saya jamin tidak ada penumpukan,” kata Mario.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here