Cuaca Buruk Paksa Penutupan Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Gilimanuk

0
151
Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ditutup karena cuaca buruk. Penutupan itu berlangsung kurang lebih 5 jam dan menyebabkan antrean kendaraan yang mengular. Penutupan tersebut dilakukan sejak pukul 17.50 WIB dan dibuka kembali pukul 23.15 WIB, Kamis (3/8/2017). Sebelumnya, penutupan juga dilakukan pukul 13.45 WIB hingga 15.10 WIB.

“Kita lakukan sistem buka tutup karena cuaca buruk. Angin kencang mencapai 35 knot, sementara tinggi gelombang mencapai 1,5 hingga 2 meter,” ujar Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Ketapang, Ispriyanto, kepada detikcom, Kamis (3/8/2017).
Antrean Truk yang tertahan di PelabuhanAntrean Truk yang tertahan di Pelabuhan Foto: Ardian Fanani/detikcom

Ispriyanto mengatakan, sejak seminggu ini, cuaca di perairan Selat Bali kurang bersahabat. Sistem buka tutup terus dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan laut.

“Ini sesuai dengan prediksi dari BMKG yang memprakirakan adanya cuaca buruk akibat angin kencang. Jika nanti mereda, maka kita akan buka kembali,” kata Ispriyanto.

Penutupan pelabuhan itu berimbas pada antrean kendaraan yang hendak menyeberang. Kendaraan yang akan menyeberang itu didominasi oleh kendaraan angkutan barang.

Pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup satu jalur menuju pelabuhan ASDP Ketapang. Sementara itu, kendaraan lain yang akan keluar atau masuk pelabuhan, diarahkan ke jalan lingkar Ketapang.

“Pengamanan gabungan dari Satlantas dan KP Tanjungwangi diturunkan saat ini untuk mengurai antrean. Sisi jalan yang kita buka untuk jalan bongkar muat kapal agar tidak sampai menumpuk di pelabuhan,” ucapnya.

Imbas dari antrean tersebut, beberapa kendaraan pengangkut sayur batal menyeberang ke Bali. Mereka memilih kembali dan menjual barang yang rencananya akan dikirim ke Denpasar, Bali ke Banyuwangi.

“Ini saya mengangkut sayuran. Terpaksa kita kembali karena kalau nekat menyebrang tidak laku sayurnya. Karena pasar di Denpasar mulai buka jam 2 dini hari,” ujar Wawan salah satu sopir kendaraan pengangkut sayur.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY