Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sementara

0
237
Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. (industri.bisnis.com)

Gilimanuk – (suaracargo.com)

Cuaca buruk kembali melanda perairan selat Bali petang tadi. Akibatnya otoritas pelabuhan terpaksa menutup pelabuhan karena dinilai bisa membahayakan pelayaran.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejak kemarin sore terjadi angin kencang dan hujan deras di kawasan Gilimanuk sekitarnya. Situasi tersebut menimbulkan arus deras dan gelombang tinggi di perairan Selat Bali.

Pihak ASDP Gilimanuk pun terpaksa menutup pelabuhan karena sangat membahayakan bagi kapal untuk berlayar. Penutupan juga berlaku pada pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Pelabuhan Gilimanuk ditutup pada pukul 18.19 WITA karena cuaca buruk di Selat Bali tidak memungkinkan bagi kapal-kapal untuk berlayar.

“Hujannya sangat deras, angin kencang dan gelombang tinggi. Arusnya juga deras tak lama ada pemberitahuan pelabuhan ditutup,” ujar Suyanto, salah seorang sopir truk asal Probolinggo, Jawa Timur, Senin (12/6).

Karena pelabuhan ditutup sementara, dia terpaksa menunda menyeberang ke pelabuhan Ketapang untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Meskipun pelabuhan Gilimanuk ditutup sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh, hal itu tidak menimbulkan antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa. Begitu juga halnya dengan informasi situasi di pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

“Antrean kendaraannya tidak terlalu panjang hanya terjadi di areal parkir tidak sampai ke luar pelabuhan,” imbuh Suyanto, seperti dilansir merdeka.com.

Menurut dia, pelabuhan Gilimanuk baru dibuka kembali sekitar pukul 20.00 WITA. Kendati sudah dibuka, tetapi tetap terpantau keadaan cuaca, bila memungkinkan akan ditutup kembali.

Kepala UPP Kelas III Gilimanuk Made Astika, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa penutupan pelabuhan Gilimanuk tersebut adalah karena cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bali sejak sore hari.

Menurutnya akibat hujan lebat jarak pandang nahkoda menjadi terbatas dan angin kencang juga bisa membuat laju kapal berubah. “Penutupan karena cuaca, kurang lebih 1 zaman kita tutup. Saat ini situasi masih normal,” kata Astika.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY