Dalam Sebulan, Angkutan Peti Kemas Harus Menggunakan Head Tractor

0
427
ilustrasi cara mengangkut peti kemas yang dilarang (kaltimpos.co.id)

Balikpapan – (suaracargo.com)

Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan akan mengambil langkah tegas terhadap pengusaha angkutan peti kemas. Dalam sebulan, kendaraan pengangkut peti kemas yang tidak dilengkapi dengan head tractor dilarang melintas di jalanan Kota Minyak. Langkah tegas ini diambil menyusul seringnya terjadi kecelakaan yang melibatkan “raksasa jalanan” itu.

Kepala Dishub Balikpapan Sudirman Djayaleksana menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14/2007 tentang Kendaraan Pengangkut Peti Kemas di Jalan sudah disebutkan jelas. Dalam Bab II Pasal 2 disebutkan, kendaraan bermotor pengangkut peti kemas terdiri dari kendaraan penarik (head tractor) dan kereta tempelan.

“Itu berlaku dengan beban berapapun. Kalau peti kemas, harus pakai kendaraan jenis head tractor dan kereta tempelan. Aturan itu sudah ada sejak lama, sejak 2007. Nah, sekarang penerapannya agak kendur. Makanya awal tahun saya sudah dua kali sosialisasi aturan ini. Kami akan sosialisasi lagi Rabu (16/12),” terangnya.

Setelah itu, Dishub akan ambil tindakan tegas. Mulai awal tahun depan, kendaraan pengangkut peti kemas yang tidak menggunakan head tractor dilarang masuk kota Balikpapan. “Sekarang kami main tegas-tegasan saja. Lebih baik saya tegas daripada kecelakaan terus,” tambahnya.

Ia juga menambahkan bahwa peraturan tersebut dikeluarkan bukan tanpa alasan. Kendaraan pengangkut peti kemas yang dilengkapi head tractor lebih aman. Karena beban hanya ditarik, kendaraan bisa bergerak lebih stabil dan lebih mudah bermanuver. Berbeda dengan beban yang menyatu dengan kepala kendaraan. “Yang ini yang berbahaya dan beberapa kali terjadi kecelakaan. Bahkan sampai berakibat fatal,” imbuhnya, seperti dilansir kaltimpos.co.id.

Dishub juga akan bekerja sama dengan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, pusat masuknya peti kemas ke Balikpapan. Di sana Dishub akan menempatkan petugas. “Yang keluar tidak pakai head tractor langsung kami stop, tidak boleh. Kalau mau ke Samarinda, ya silakan itu bukan urusan kami. Tapi kalau mau masuk ke Balikpapan langsung kami stop,” tegasnya.

Sudirman mengaku tak mau mematikan usaha para pengusaha jasa angkutan. Namun, aturan harus ditegakkan demi kenyamanan dan keselamatan pengendara. “Pengusaha silakan sewa atau bagaimana yang penting harus pakai head tractor,” imbuhnya.

Seperti diketahui, hal ini dilakukan juga untuk mengantisipasi kecelakaan yang kerap terjadi di tanjakan sepanjang Jalan MT Haryono. Pasalnya pemangkasan jalan tak bisa dilakukan sebelum ada jalur alternatif. Pemangkasan juga harus dilakukan oleh pusat karena status jalan adalah jalan nasional.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here