Depalindo: Tarif Inap Barang Tidak Murah

0
399
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Jakarta – (suaracargo.com)

Para pengguna jasa angkutan laut yang tergabung dalam Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) menyatakan, tarif inap barang di Pelabuhan Tanjung Priok tidaklah semurah seperti yang dikatakan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Pasalnya, tarif inap barang yang rendah selama ini disinyalir menjadi alasan mengapa barang-barang tersebut tidak segera diambil oleh para importir, sehingga menyumbang peranan masih lamanya dwelling time.

Ketua Umum Depalindo Toto Dirgantoro mengatakan, tarif inap barang di pelabuhan mencapai sekira Rp400-Rp450 ribu per hari. Rincian tarif inap tersebut dasarnya sekira Rp27.400 per hari. Jika barang tersebut tidak keluar dari pelabuhan selama satu hingga tiga hari, barang akan dikenakan biaya 500 persen dari tarif dasar

“Jadi barang itu selama satu hingga tiga hari free, bebas biaya penginapan. Tapi hari keempat ada charge 500 persen dari tarif dasar, terus ada tarif lagi dalam hitungan dolar AS. Ya sekira Rp400-Rp450 ribu per hari. Jadi kalau dibilang murah, itu enggak benar,” tegas Toto kepada Okezone, Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Dirinya pun meminta kepada pihak DJBC Kementerian Keuangan agar menyampaikan data secara jelas kepada pihaknya, terkait banyaknya importir yang melakukan penimbunan barang di pelabuhan.

“Kalau ada yang nimbun tolong kasih datanya, saya akan panggil. Saya sudah sepakat dengan Menteri Perdagangan (Rachmat Gobel) akan kita cabut izinnya kalau terbukti nimbun, supaya pelabuhan engggak padat. Kata Bea Cukai ada 2 ribu hingga 5 ribu yang nimbun, tapi mana datanya,” ungkapnya.

Terlebih lagi, para importir juga tidak ingin menyimpan barang terlalu lama di pelabuhan, kata Toto. “Importir juga mau cepat itu keluar barangnya, tapi ada juga yang terkendala yang menunggu dokumen impor, harus ini itu, jadi importir juga maunya cepat,” tukasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai meminta pelabuhan menaikkan tarif inap barang di pelabuhan. Pasalnya, tarif tersebut cukup murah yang mengakibatkan lamanya penimbunan barang di pelabuhan.

“Fakta di lapangan banyak importir yang memang tidak punya gudang. Kemarin waktu pertemuan di Kemenkeu ini akan diambil kebijakan oleh otoritas pelabuhan dengan menerapkan biaya progresif,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bea Cukai Supraptono.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here