Dewan Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Rencana Modernisasi CFS

0
266
Pelabuhan Tanjung Priok - Ilustrasi (industri.bisnis.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Dewan Pelabuhan Tanjung Priok mendukung rencana modernisasi Container Freight Station (CFS) atau mode pengiriman yang saat ini tersebar di 15 lokasi pada pelabuhan Tanjung Priok. Dewan Pelabuhan Tanjung Priok, Sungkono Ali mengatakan, CFS merupakan salah satu aspek modernisasi pelabuhan yang tengah dibahas. Nantinya, dalam modernisasi tersebut CFS akan dibuat terintegrasi dengan jaringan teknologi informasi (IT) sehingga memberikan manfaat positif dalam hal efisiensi tenaga kerja dan penurunan dwell time.

Menurut Sungkono, layanan CFS dengan IT akan membuat tenaga kerja yang dibutuhkan dari berbagai pihak salah satunya Bea Cukai akan menjadi lebih efisien. Selama ini setiap CFS membutuhkan sekitar dua orang tenaga Bea Cukai. Dengan sistem yang terintegrasi jumlah tersebut bisa dikurangi. “Manfaatnya sangat besar dengan konsolidasi tata kelola pelabuhan, lebih mudah mengontrol pendapatan negara Bea Cukai,” ungkapnya melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Senin (27/2/2017).

Ke depan, kata Sungkono, integrasi CFS tidak hanya dalam aspek IT semata tetapi juga dengan konsolidasi lokasi. Sehingga nantinya akan ada satu lokasi khusus CFS untuk Less than Container Loaded (LCL) yaitu jenis pengiriman barang tanpa menggunakan container dengan kata lain parsial.

“Jika nanti akan ada lokasi khusus, kami siap mendukung tetapi dengan syarat para pelaku (CFS) yang sudah lama tidak digusur. Jadi seandainya disiapkan di satu lokasi khusus, 15 lokasi CFS yang saat ini tidak langsung ditutup,” lanjutnya.

Sungkono menjelaskan, nantinya di lokasi baru sebaiknya Pelindo sebagai otorita pengelola pelabuhan tidak ikut berbisnis. Pelindo II cukup menyediakan tempat sedangkan pengelolanya bisa pengelola CFS yang selama ini berjalan. Nanti bisa diatur untuk profit sharing dengan Pelindo,” papar Sungkono.

Menurut Sungkono, modernisasi pelabuhan Tanjung Priok harus mendengarkan masukan dari para pelaku (CFS) yang saat ini sudah beroperasi. Ke depan nanti, masih akan ada beberapa pembahasan mengenai CFS dan strategi modernisasi Pelabuhan Tanjung Priok. Integrasi layanan CFS nantinya dapat membantu mempercepat menurunkan dwell time di Tanjung Priok.

Penulis : Pramdia Arhando Julianto
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY