Dewan Pelabuhan Tanjung Priok Tolak Kenaikan Tarif Sewa Lapangan Penumpukan Peti Kemas

0
167
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Jakarta – (suaracargo.com)

Rencana menaikkan tarif biaya sewa lapangan penumpukan oleh Otoritas Pelabuhan (OP) tidak disetujui oleh Dewan Pelabuhan Tanjung Priok. Kenaikan itu pada akhirnya hanya akan membuat masyarakat semakin terbebani oleh harga jual menjadi tinggi.

Dewan pelabuhan meminta agar regulator lebih baik fokus pada pengawasan kinerja terminal peti kemas saja agar operator terminal peti kemas di Pelabuhan Priok tidak dijadikan tempat penimbunan atau storage. Masalah dwelling time dan kelancaran arus barang tidak bisa diatasi hanya dengan menaikkan tarif storage barang/peti kemas.

Sekretaris Dewan Pelabuhan Tanjung Priok, Subandi mengatakan, mengatasi masa inap peti kemas atau dwelling time yang masih mencapai 5,65 hari di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini dengan cara menaikan tarif dasar storage bukanlah solusi.

“Awasi saja dengan tegas agar tidak boleh kawasan lini satu terminal dimanfaatkan sebagai lokasi storage peti kemas. Bila perlu berikan sanksi tegas bagi operator terminal peti kemas yang melanggar, sebab core busines terminal peti kemas itu kan untuk bongkar muat bukan mengandalkan pendapatan storage,” ujar Subandi kepada wartawan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (25/8).

Dia mengatakan, Dewan Pelabuhan Tanjung Priok beranggotan lintas asosiasi penyedia dan pengguna jasa di pelabuhan sebagai wadah komunikasi untuk membahas dan mencarikan solusi persoalan-persoalan di pelabuhan termasuk soal dwelling time.

Menurutnya otoritas pelabuhan sebaiknya menjalankan saja perintah presiden atau menterinya mencari penyebab kemacetan dwelling time, ketimbang ngurusin bisnisnya, terlebih tidak diinfokan berapa pendapatan terminal peti kemas storage.

Kepala OP Tanjung Priok Bay M.Hasani mengatakan, instansinya sedang memformulasikan perubahan tarif dasar dari yang berlaku saat ini sekaligus merubah mekanisme penumpukan peti kemas impor agar tidak terlalu lama menginap di pelabuhan Priok agar target dwelling time 4 hari mulai 4 Oktober 2015 sesuai instruksi Presiden Joko Widodo bisa tercapai.

Saat ini, tarif dasar penumpukan peti kemas di Pelabuhan Priok dinilai sangat murah yakni hanya Rp.27.200 per bok untuk peti kemas ukuran 20 kaki dan Rp.54.500 per bok untuk 40 kaki.

Sebagaimana dilansir poskotanews.com, Bay mengatakan bahwa terwaminal peti kemas pelabuhan sesuai dengan core businesnya adalah melaksanakan kegiatan bongkar muat barang/peti kemas dari dan ke kapal bukan mengandalkan pendapatan dari biaya storage.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY