Dibukanya Rute Kapal Raksasa Diharapkan Bisa Turunkan Biaya Logistik di Tanjung Priok

0
397

Kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (7/2). Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/02/2017.

Jakarta – (suaracargo.com)

Perusahaan Pelayaran asal Perancis, Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM) secara resmi membuka layanan peti kemas dari Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat.

Nantinya ada sekitar 17 kapal berkapsitas besar yang akan melayani rute tersebut. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita berharap dengan adanya kapal-kapal besar yang melayani rute Tanjung Priok AS ini bisa menurunkan biaya- biaya di angkutan kapal dan biaya pelabuhan.

“Kita berharap dengan hadirnya kapal besar biaya angkutan kapal bisa turun dan juga biaya pelabuhan juga turun,” ujarnya saat dihubungi Okezone, di Jakarta.

Pasalnya, lanjut Zaldy, datangnya kapal besar ini belum tentu menurunkan biaya logistik. Menurutnya, penurunan biaya logistik tidak hanya tergantun dari kapal saja, akan tetap dari komponen biaya laiinya di Pelabuhan seperti Terminal Handling Charge (THC), Biaya timbun, cost recovery yang selalu naik.

“Jadi datangnya kapal besar ini belum tentu menurunkan biaya logistik kalau biaya lain di pelabuhannya tidak turun,” jelas Zaldy.

Oleh karena itu dirinya berpesan kepada para pemangku kepentingan terkait untuk segera menunrunkan biaya-biaya di Pelabuhan. Selain itu juga, kedatangan kapal-kapal berukuran besar ini kedepannya diminat lebih konsisten lagi datang ke Tanjung Priok.

“Saran saya segera menurunkan biaya-biaya di pelabuhan baik pungutan resmi dan pungutan liar agar dampak dari kapal besar lebih terasa, Konsistensi juga itu dituntut agar biaya lebih murah,” Kata Zaldy.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here