Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Semen Jatuh ke Laut

0
637
ilustrasi truk tenggelam (antaranews.com)

Merak – (suaracargo.com)

Truk Colt Diesel bermuatan semen tercebur ke dalam lautan saat tengah proses bongkar muat di Dermaga III, Pelabuhan Merak, Cilegon, Jumat (11/12). Truk yang sedang terparkir di car deck KMP Virgo 18 itu diduga berjalan sendiri dan menabarak pagar sidetream kapal. Truk naas itu kemudian terjun bebas ke bawah kapal dan tercebur ke laut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Meski demikian, aktivitas operasional di Dermaga III di Pelabuhan Merak sempat terhenti selama 4 jam karena adanya insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun BANPOS (grup JPNN) di lapangan, peristiwa truk yang tercebur ke laut itu terjadi sekira pukul 05.30 WIB, Jumat (11/12) pagi hari. Peristiwa itu bermula saat truk berplat nomor B 9138 TYU yang dikemudikan Marhendra (30) itu diarahkan petugas kapal untuk melakukan proses bongkar muat.

Saat masuk ke kapal, Mahendra langsung memarkirkan kendaraannya tepat di depan pintu pagar sidetream.
Tak lama berselang, sopir langsung meninggalkan kendaraannya untuk beristirahat di tempat penumpang. Tiba-tiba 30 menit, penumpang yang ada di atas kapal berteriak ada truk jatuh dan menghantam dinding Dermaga III.

“Saya lagi bawa semen dari Ciwandan mau ke Liwa, Lampung Barat. Sekitar jam 05.00 WIB pagi saya sudah di pelabuhan dan masuk kapal. Setelah terparkir, saya langsung naik ke atas kapal untuk istirahat. Tiba-tiba ada penumpang yang teriak ada truk jatuh dari kapal. Saya langsung keparkiran. Benar saja, ternyata itu truk saya,” ungkap Marhendra.

Saat ditanya apakah sudah mengunci kendaraan dengan rem tangan, dia mengaku tak begitu ingat dan ragu. “Seingat saya, rem tangan saya kunci,” tuturnya, seperti dilansir jppn.com

Atas insiden itu, Mahendra terpaksa berurusan dengan pihak polisi untuk dimintai keterangan. Dia pun harus kehilangan kendaraan yang dikemudikan karena mengalami rusak berat. “Kerugian nggak tahu berapa. Yang pasti ya itu truk dan muatan semen,” ujarnya.

Secara terpisah, pihak PT ASDP Merak, Kepolisian KP Merak bersama dengan pihak kapal dalam hal ini PT Jemla Ferry langsung melakukan proses evakuasi. Pihak otoritas pelabuhan mendatangkan satu unit crane untuk melakukan proses evakuasi. Pada pukul 09.50, truk akhirnya berhasil dievakuasi dan ditarik ke dermaga.

Sementara itu, Kapolsek KP Merak, AKP Nana Supriatna mengatakan, proses evakuasi truk berlangsung dengan cepat. Hal itu dilakukan agar tidak menggangu proses bongkar muat kapal di Pelabuhan Merak. “Mobil terjepit badan kapal,” ungkapnya.

Kapolsek belum dapat menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Namun selain diduga karena sopir lalai dengan tidak mengunci truk dengan rem tangan, peristiwa itu juga terjadi karena adanya pergerakan kapal saat bongkar muat berlangsung. “Tidak ada korban jiwa dan penyebab masih kami selidiki,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jemla Ferry, Helmi Abdullah mengatakan, atas insiden tersebut pintu pagar sidestream sebelah kanan rusak. Namun KMP Virgo 18 tetap melayani jasa penyeberangan.

“Ini musibah saja. Tidak ada kerugian yang besar dari pihak kami, hanya pintu pagar sidetream yang rusak. Setelah kejadian kapal langsung nyeberang ke Bakauheni,” ujarnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here