Direktorat Tipikor dan Pidsus Bareskrim Mabes Kerjasama Tangani Kasus Pelindo II

0
371
Ilustrasi Pelabuhan (detik.com/ Foto: Rachman Haryanto)
Ilustrasi Pelabuhan (detik.com/
Foto: Rachman Haryanto)

Jakarta – (suaracargo.com)

Komjen Anang Iskandar telah resmi menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri menggantikan Komjen Budi Waseso. Walaupun ada pergantian, Mabes Polri meyakinkan bahwa penyelidikan kasus yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan.

Salah satu yang saat ini mendapat perhatian adalah penanganan kasus dugaan korupsi mobile crane di Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kasus tersebut kini akan ikut ditangani oleh Direktorat Tindak Korupsi (Dittipikor), setelah sebelumnya hanya ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus).

“Masih dalam tahap komunikasi, rencananya nanti (penanganan kasus) tidak melalui pelimpahan, tapi bagian joint investigation. Tetap melibatkan teman-teman di Eksus karena mereka yang menangani kasus lebih awal,” ujar Juru bicara Dittipidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta saat dihubungi, Selasa (8/9/2015).

Menurutnya, kerjasama atau join investigation ini dilakukan untuk menelusuri apakah ada tindak pidana lain dalam kasus ini, selain dugaan korupsi.

“Kita melakukan sharing, komunikasi pengalaman dalam proses penanganan kasus tersebut. Di Dittipid Eksus kan ada subdit money laundering, mungkin kalau untuk korupsinya ditangani Ditipidkor, untuk money launderingnya ditangani Eksus,” jelasnya, seperti dilansir detik.com.

Walaupun begitu, hingga saat ini pihaknya belum memiliki rencana memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

“Tahapan proses belum tahu sejauh mana bentuk kerjasama. Mereka yang dipanggil pasti ada kaitan kebutuhan keterangan. Apakah memang RJ Lino dibutuhkan keterangannya kita belum bicara kesana. Masih tahap komunikasi saat ini,” kata Deriyan.

Ditipideksus sendiri telah berhasil membongkar kasus dugaan korupsi di sebuah perusahaan yang berada kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pengadaan sepuluh unit alat muat peti kemas (mobile crane) senilai Rp 45,6 miliar.

Dalam tersebut, Bareskrim telah menetapkan Direktur Teknik Pelindo, Ferialdy Nurlan sebagai tersangka, karena diduga mengajukan dan menandatangani pengadaan mobile crane tersebut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here