Direktur Eksekutif National Maritime Institute Khawatir Pelabuhan Patimban akan Timbulkan Persaingan Tidak Sehat

0
178
ilustrasi pelabuhan (sindonews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Rencana pemerintah membangun Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat sebagai pelabuhan utama atau internasional dinilai Direktur Eksekutif National Maritime Institute Siswanto Rusdi justru, akan menyebabkan benturan dan pertarungan tidak sehat antar pelabuhan. Alasannya karena letak lokasi Pelabuhan Patimban yang berada di pertengahan antara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dengan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Lanjut dia, selain karena letaknya yang saling berdekatan, tiga pelabuhan tersebut juga dibangun dengan fasilitas yang sama yakni pelabuhan kontainer dan ada terminal untuk tujuan umum (general purpose terminal). Akibatnya, konsumen yang ada di tiga pelabuhan utama tersebut akan terpecah.

“Apa yang akan terjadi adalah pertarungan tidak sehat antara pelabuhan. Agak ke timur Patimban itu ada Semarang, kemudian di sebelah baratnya ada Tanjung Priok. Walhasil, pecah customernya Semarang, customernya Tanjung Priok pecah,” katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Dia juga tidak memungkiri bahwa dibangunnya pengganti Pelabuhan Cilamaya tersebut juga akan menciptakan kompetisi antar pelabuhan. Namun, di sisi lain, hal tersebut justru membuat kehidupan pelabuhan semakin tidak berdaya saing.

“Tanjung Priok terkikis muatannya, Semarang terkikis muatannya. Belum tentu Patimban juga bisa sehat, karena ada Priok dan Semarang,” imbuh dia.

Menurutnya, pemerintah perlu mengkaji secara seksama untung dan rugi pembangunan pelabuhan ekspor dan impor tersebut. Pasalnya, pembangunan pelabuhan baru tidak serta merta menurunkan ongkos logistik di Tanah Air.

“Jadi saya melihat, membangun pelabuhan baru itu tidak serta merta menurunkan ongkos logistik. Itu asumsi yang perlu kita cek begitu pelabuhannya itu berdiri. Tapi begitu kita salah, ruginya besar,” tandasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah memutuskan untuk menggeser pembangunan pelabuhan di kawasan Cilamaya, Jawa Barat ke lokasi baru di Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pelabuhan tersebut nantinya akan dijadikan pelabuhan utama di wilayah Pantai Utara Jawa Barat, dan akan disulap menjadi pelabuhan ekspor-impor seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui untuk membangun satu pelabuhan besar dan utama di wilayah Pantai Utara, Jawa Barat. Kapasitas pelabuhan tersebut diusulkan sekitar 7,5 juta TEUs (twenty foot equivalent unit) dan untuk 250 ribu kendaraan.

“Kapasitasnya itu diusulkan sekitar 7,5 juta teus plus 250 ribu mobil. Jadi ini adalah terminal kendaraan. Kalau terminal kendaraan itu kira-kira empat kali dari kapasitas kalau dalam bentuk kontainer. Karena kendaraan enggak bisa ditumpuk,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY