Dirjen Bea Cukai Harapkan Pembangunan PLB Bisa Tingkatkan Efisiensi Penggunaan BBM

0
381
ilustrasi pusat logistik berikat (sentananews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktorat Jenderal Bea Cukai mengharapkan akan ada efisiensi sebesar Rp 7,2 triliun di sektor minyak dan gas bumi dengan adanya pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB). Selain itu, pembangunan PLB khusus BBM tersebut juga bisa menjamin ketersediaan minyak dan mengurangi biaya logistik.

“Dengan adanya PLB BBM bisa efisiensi Rp 7,2 triliun. Selain itu satu tujuannya supaya ketersediaan minyak bisa kita jamin karena ada di Indonesia. Kedua tentunya biaya logistik lebih murah karena kita tidak ambil sedikit, kita ambil variabel besar dan itu nanti akan ada investor yang akan berminat ke sana,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, di Kantor BKPM, Senin (4/4/2016).

“Misal saya mau sewa berarti pada saat kontrak di teken suddah kena charge berangkatkah rig ini, itu berapa hari di situ kemudian install dan sebagainya ini kan biaya kalau sudah selesai balik lagi. Kalau sudah ada di PLB gimana, ya cukup yang paling deket situ nggak usah jauh-jauh sehingga me-reduce cost logistik dan jni juga yang ngaku pemerintah karena dia cost recovery,” ujarnya, seperti dilansir detik.com.

Namun, Heru sendiri belum bisa menjelaskan lebih detil terkait lokasi pembangunan PLB BBM tersebut. “Kalau BBM (PLB) itu tergantung pada kebutuhan nasional, mana yang konsentrasinya paling besar, proporsional saja. Kalau yang BBM, kita nggak satu tempat, nanti sesuai kebutuhannya. Kan nggak mungkin di satu tempat, bisa jadi di beberapa sentra-sentra,” kata Heru.

Heru juga mengatakan, pembangunan PLB ini nantinya bisa digunakan baik untuk konsumsi masyarakat maupun untuk industri. “Ya, bisa dua-duanya (industri dan konsumsi masyarakat), bentuknya masih dibicarakan mau fokusnya di mana (crude atau minyak jadi),” ungkap Heru.

Pada kesempatan yang sama Kepala Sub Direktorat KITE dan Tempat Penimbunan Berikat Ditjen Bea Cukai, Tatang Yuliono mengatakan salah satu perusahaan migas yang berminat untuk membangun PLB adalah PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah itu sudah mengutarakan niatnya untuk membangun dan mengoperasikan PLB sebagai basis logistik alat-alat dan instalasi pengeboran, minat ini disusul juga oleh PT Vopak Terminal.

“Pertamina sampaikan minat untuk (menjadi pusat logistik) alat drillingnya di Tanjung Priok. Jadi ini bisa Pertamina atau Vopak itu di luar BUMN, yang untuk BBM itu di Tanjung Priok dan tergantung Pertamina lokasinya. Cuman memang yang Vopak masih penjajakan karena mereka sudah punya di Merak terkait dengan kimia,” kata Tatang.

Minat yang disampaikan Pertamina ini merupakan bagian dari 16 minat pembangunan PLB baru, menyusul 11 yang telah siap beroperasi dan diresmikan Presiden Jokowi beberapa pekan lalu. Tatang mengatakan, pihaknya akan segera mengumpulkan 16 peminat baru tersebut untuk dipertimbangkan izin PLB-nya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here