Dirjen Bea Cukai: Logistik Indonesia Terlalu Terpusat di Pulau Jawa

0
548
Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah telah memutuskan untuk menambah 17 Pusat Logistik Berikat (PLB) baru untuk menambah 11 PLB yang sudah ada saat ini. Penambahan PLB tersebut dilaksanakan karena secara statistik efisiensi logistik di Tanah Air masih belum maksimal.

cargo-jakarta

“Indonesia dibandingkan negara lain indeks logistiknya itu up and down atau kalau ibarat orang sakit kadang panas, dingin. Belum stabil. Secara fundamental memang harus menyelesaikan logistik ini,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, di JIEXPO Hall B, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Heru melanjutkan, salah satu indikator belum maksimalnya logistik adalah pemetaan industrialisasi yang utamanya masih terjadi di Pulau Jawa atau 70% industri ada di sana. Aktivitas industrialisasi di Pulau Jawa semakin hari semakin meningkat, sehingga industri di pulau itu semakin crowded. Kondisi itu justru membuat logistik sulit berkembang.

“Semakin terpusat di situ dan di lain pihak justru kurang berkembang maka logistik kurang baik,” tuturnya, seperti dilansir okezone.com.

Selain itu, tipikal logistik Indonesia saat ini masih mengambil barang dari pelabuhan hub yang ada di Singapura. Apalagi untuk barang-barang dari Eropa, harus di taruh di hub Singapura baru ditarik ke Indonesia.

“Kita padahal separuh negara dari ASEAN, kita juga memiliki pertumbuhan yang baik, tapi faktanya untuk logistik, hub atau cakar ayamnya ada di Singapura. Nah, jari-jari ayamnya baru ada di kita seperti Belawan, Priok, Surabaya, Makasar. Jadi bagaimana sekarang mencari solusi hub itu ada di Indonesia,” tandasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here