Dirut Angkasa Pura Airport: Persaingan Antar Bandara Makin Ketat

0
238
ilustrasi Bandara Polonia (jppn.com)
ilustrasi Bandara Polonia (jppn.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktur Utama Angkasa Pura Airports, Tommy Soetomo, mengatakan bahwa tren global dunia penerbangan di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah meningkat drastis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Peningkatan itu tampak dari peningkatan trafik penumpang pesawat udara yang sangat signifikan.

”Indonesia juga bertumbuh sangat cepat. Karena itu dibutuhkan pondasi yang kuat serta infrastruktur bertaraf internasional,” kata Tommy dalam Seminar ACI Small and Emerging Airports 2014 yang digelar bekerja sama dengan Airports Council International (ACI) Asia-Pacific di Nusa Dua, Bali seperti yang dilansir INDOPOS (Grup JPNN.com), Rabu (22/10), sebagaimana dilansir tribunnews.com

Seminar yang akan berlangsung hingga hari ini mengusung tema Navigating Aviation Growth and Challenges in Southeast Asia. Seminar ini adalah event Seminar ACI Small and Emerging Airports yang pertama diadakan di Indonesia.

Untuk terus berpacu dengan tuntutan jaman, lanjut Tommy, Indonesia perlu meningkatkan fasilitas bandara. Khususnya di bidang pelayanan, level of service, serta riset dan penelitian. Apalagi di Indonesia masih banyak bandara kecil dengan jumlah penumpang kurang dari lima juta orang per tahun.

Banyak bandara yang termasuk kategori small airports yang tertinggal jauh oleh bandara kelas dunia. Bandara kecil ini biasanya memiliki struktur bisnis yang tidak sehat, sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan. ”Tidak hanya optimalisasi, tetapi juga membutuhkan transformasi secara keseluruhan,” kata Tommy dalam keterangan resminya.

Direktur Ekonomi dan Pengembangan Program ACI World, Rafael Echevarne, mengatakan bahwa Small airports atau bandara kecil memiliki tantangan tersendiri untuk berkembang, terutama dari segi finansial. Mereka mau tidak mau harus bersaing dengan bandara-bandara besar di tengah persaingan global yang makin terbuka.

Misalnya, ASEAN Open Skies yang akan dilaksanakan pada 2015 dan Global Open Skies pada 2025. Tentu hal itu secara langsung akan mempengaruhi bandara, khususnya di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah. ”Apalagi ditunjang oleh perkembangan ekonomi di Asia-Pasifik dan Timur Tengah menunjukkan tren positif,” kata Rafael.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY