Dirut Pelindo: Isu Utama Masalah Dwelling Time itu Dokumen, Bukan Pelabuhan

0
256
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) RJ Lino mengatakan, dwelling time atau waktu bongkar muat di pelabuhan itu bukan sepenuhnya harus dikaitkan dengan pelabuhan. Isu utama masalah dwelling time adalah arus dokumen.

“Kenapa dwelling time itu selalu dikaitkan ke pelabuhan, padahal dwelling time itu soal dokumen, bukan soal bongkar muat, kan hitungannya barang itu sudah sampai sampai keluar lagi,” kata Lino di Ruang Rapat Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Menurut Lino, sekalipun lahan di pelabuhan Tanjung Priok ditambah, sama sekali tidak akan mampu menekan angka dwelling time di pelabuhan. Sebab, isu dwelling time adalah mengenai arus dokumen.

Lanjut Lino, kondisi pelabuhan Tanjung Priok saat ini jauh lebih longgar dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Di mana, arus barang pada lima tahun lalu tidak bisa bergerak sama sekali. Oleh karena itu, Lino menyebutkan masalah dwelling time bukan masalah di pelabuhannya melainkan di isu dokumen.

“Kalau saya tambah 1.000 hektare pun tidak akan bisa mempercepat dwelling time, ini kan isunya soal dokumen, kita sama sekali tidak bisa apa-apa, yang kami bantu kita sudah menyiapkan program yang semua bisa bicara,” tukasnya.

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here