Dirut Pelindo IV: Tol Laut Dapat Pangkas Biaya Logistik

0
388
 Ilustrasi kapal pengangkut peti kemas (Kompas.com/Darwiaty H Ambo Dalle)
Ilustrasi kapal pengangkut peti kemas (Kompas.com/Darwiaty H Ambo Dalle)

Makassar – (suaracargo.com)

Direktur Utama Pelindo IV, Mulyono, mengatakan bahwa jika terealisasi, program tol laut di pelabuhan dapat memangkas biaya logistik. Menurutnya, konsep tol laut yang ada di pelabuhan ini terkait adanya kapal petikemas yang berlayar rutin dan terjadwal dari wilayah Indonesia Barat ke timur dan sebaliknya.

“Jika program ini terealisasi akan memangkas biaya logistik nasional yang saat ini masih tidak kompetitif, sekaligus menjaga disparitas harga barang Indonesia Barat dan Timur sehingga terkendali. Tak hanya itu, dapat mendorong penyebaran industri ke wilayah Timur Indonesia,” paparnya, Jumat (28/11/2014), sebagaimana dilansir sindonews.com

Mulyono mengungkapkan pula, kontribusi angkutan laut dalam sistem pengangkutan barang di wilayah Indonesia sangat tinggi, di mana angkanya mencapai 90% dibandingkan angkutan udara. Makanya, sangat diharapkan tol laut ini bisa terwujud.

Dia juga menjelaskan, saat ini tren muatan barang dengan peti kemas makin meningkat dan menjadi kebutuhan, bahkan dapat mengakomodir kapal-kapal dengan kemampuan angkut barang mencapai 15.000 teus dari yang ada saat ini dikisaran 800 teus sekali bongkar di area peti kemas.

Sementara itu, pelabuhan Makassar yang memiliki panjang dermaga 850 meter, hanya mampu menangani 900.000 teus petikemas pertahunnya. Tempat penyimpanan di sana hanya mampu menampung 500.000 teus.

Mulyono menguraikan, jalur tol laut di Indonesia timur yang dimaksudkan, yakni dari Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya ke Makassar. Kemudian dari Makassar ke Sorong dan Bitung, dimana di dua jalur tersebut wilayahnya sangat dekat dari luar negeri seperti Philipina, Jepang dan Pantai Barat.

“Jalur tol laut sebenarnya juga dipersiapkan untuk mengantisipasi era perdagangan bebas ASEAN tahun depan. Pelabuhan Bitun bisa dijadikan pintu gerbang produk Indonesia menuju ASEAN, Jepang dan Korea. Sementara, pelabuhan Sorong bisa membuka pintu barang Indonesia dikirim ke Australia dan negara-negara Pasifik,” tutur Mulyono.

Di sisi lain, Komisaris Utama PT Pelindo IV, Agus Purwoto, menyatakan bahwa pengembangan pelabuhan akan diarahkan agar terintegrasi dengan kawasan industri. Di mana, untuk salah satu tantangan dalam mewujudkannya dengan membangun tol laut.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here