Dishub Kutim Ajukan Raperda Retribusi Pelabuhan dan Dermaga

0
384
Salah satu pelabuhan di Sangatta, pelabuhan masyarakat di Pantai Kenyamukan   (Tribun Kaltim / Margaret Sarita)
Salah satu pelabuhan di Sangatta, pelabuhan masyarakat di Pantai Kenyamukan
(Tribun Kaltim / Margaret Sarita)

Sangatta – (suaracargo.com)

Memiliki potensi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi Kutim akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang retribusi pelabuhan dan dermaga di Kabupaten Kutai Timur.

Saat ini, Dihubkominfo Kutim tengah mempersiapkan raperda tersebut untuk segera digodok oleh tim dari DPRD Kutim. Raperda retribusi tersebut akan terkait retribusi pelabuhan dan dermaga angkutan laut, sungai, danau hingga feri.

Kadishubkominfo Kutim, Johansyah Ibrahim mengatakan, pengajuan raperda ini dilakukan agar pemerintah bisa lebih mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi atau pungutan aktivitas pelabuhan laut dan dermaga sungai, danau serta feri yang ada. Termasuk pendapatan dari aktivitas di pelabuhan rakyat yang sudah terbangun di beberapa kecamatan di Kutim serta pelabuhan kenyamukan yang akan segera rampung.

“Pelabuhan kenyamukan dan dermaga sungai yang ada di Kutai Timur memiliki potensi PAD yang cukup besar. Namun belum adanya payung hukum yang membolehkan pemda melakukan pungutan. Maka pihaknya sebagai instansi teknis tidak dapat menarik retribusi apa-apa,” kata Johan, Jumat (3/7).

Ia hanya berharap, sebelum Perda retribusi ini selesai digodok DPRD Kutim, Bupati Kutai Timur juga dapat menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) agar pihaknya bisa melakukan pungutan retribusi tersebut sambil menunggu Perda selesai.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here