Dishubkominfo Kutim Berharap Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Dapat Dana Dari Pusat

0
448
BELUM RAMPUNG: Causeway jembatan sepanjang 500 meter di Pelabuhan Kenyamukan, Kutim, masih berupa timbunan. Bila tak ada anggaran, kondisi seperti ini terpaksa dilintasi. (Denny Saputra/KP)

Sangatta – (suaracargo.com)

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkomnfo) Kutim berupaya mencari anggaran dari berbagai pihak, salah satunya pemerintah pusat, untuk memenuhi kekurangan kebutuhan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan. Dalam waktu dekat, SKPD tersebut akan bertemu jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meminta anggaran. Sedikitnya, Rp 20 miliar diperlukan Dishubkomnfo Kutim untuk pembangunan causeway (penghubung sisi darat dan laut).

Namun, bila tidak dialokasikan pusat, anggaran yang dibutuhkan akan diusahakan dari APBD Kutim 2017. Tapi, jika anggaran daerah itu tidak cukup lantaran imbas defisit, pelabuhan itu terpaksa diupayakan bisa beroperasi demi mengejar target operasional pada Mei 2017.

Diketahui, Dishubkominfo Kutim mengejar target operasional pada waktu tersebut, agar pelabuhan tersebut masuk dalam jalur tol laut. Akan tetapi, kondisi fisik saat ini jauh dari kata layak.

Causeway sepanjang 500 meter masih berupa timbunan tanpa pengecoran. Masalah lain yakni belum adanya jalur pendekat yang menghubungkan jalan utama. Yakni, Jalan Ery Suparjan dengan kawasan pelabuhan dengan estimasi panjang 3 km.

Kepala Dishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan menghadap ke Kemenhub untuk menanyakan alokasi anggaran. Pasalnya, pekerjaan tersebut awalnya merupakan proyek pemerintah pusat, namun tidak rampung.

Beberapa bulan lalu, bersama Bupati Kutim Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, dia juga sudah menghadap Kemenhub meminta kekurangan anggaran. “Pusat saat itu berjanji akan mengalokasikan untuk pembangunan causeway. Kami akan datang menagih janji itu,” ungkapnya.

Namun, operasional pelabuhan juga bergantung pembangunan jalan pendekat yang kini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim. Karena akses jalan darat ke kawasan pelabuhan belum ada. Saat ini juga pihaknya masih mengurus izin operasional pelabuhan.

“Pembangunan fisik dan perizinan harus berjalan bersama. Target operasional juga sebentar lagi,” ujarnya, seperti dilansir prokal.co

Sebelumnya, terkait pembangunan fisik jalan pendekat, dibutuhkan Rp 70 miliar untuk mengecor jalan sepanjang 3 km. Progres pekerjaan saat ini, SKPD tersebut akan menentukan titik trase jalan menuju kawasan pelabuhan. Namun, saat ini kendala persoalan sengketa lahan masih mengganjal, terutama di 100 meter pertama dari Jalan Ery Suparjan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY