Dishubkominfo Kutim Bertekad Operasikan Pelabuhan Sangatta Pada Awal 2017

0
364
KEJAR TARGET: Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim saat meninjau proses pembangunan Pelabuhan Sangatta baru-baru ini. (Foto: Dishubkominfo for Radar Kutim)

Sangatta – (suaracargo.com)

Meski dihadang sejumlah masalah seperti sengketa tanah, namun keinginan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kutim untuk mengoperasikan Pelabuhan Sangatta pada awal 2017 tidak surut. Terlebih lagi, proyek pelabuhan itu telah mendapatkan perhatian khusus Bupati Kutim Ismunandar. Seperti diketahui, pada kegiatan Coffi Morning SKPD, Senin (21/3) lalu, Bupati Ismunandar meminta Dishubkominfo segera menyelesaikan proyek itu. Begitu juga dengan permasalahan seputar pembangunan dan perizinan pelabuhan tersebut.

Dijelaskan Kadishubkominfo Kutim Johansyah Ibrahim, sesuai memorandum of understanding (MoU), pembangunan Pelabuhan Sangatta akan dilaksanakan secara bertahap oleh pemda Kutim dan pemerintah pusat. Sisi laut pelabuhan menggunakan APBD Kutim dan selesai dikerjakan tahun 2014. Dana sebesar Rp 272 miliar dikucurkan di APBD melalui proyek multiyears (tahun jamak). Kemudian cause way dikerjakan lewat APBN pusat, tahap pertama senilai Rp 50 miliar dan rampung. Tahap kedua, hingga saat ini ternyata tidak dilanjutkan. Akibatnya, sisa proyek cause wey terhenti.

Sembari menunggu penyelesaian cause way, lanjutnya, pada APBD Kutim 2015 Dishubkominfo melanjutkan pembangunan sisi darat pelabuhan seluas 200 x 200 meter. Anggaran senilai Rp 50 miliar dikucurkan untuk proyek tersebut. Sekarang tinggal pelaksanaan reklamasi saja lagi.

“Awalnya, kami minta untuk sisi darat ini Rp 250 miliar. Tapi di APBD 2015, kami hanya mendapatkan Rp 50 miliar. Makanya, kami fokuskan untuk pelaksanaan reklamasi, dengan harapan di APBD 2016 ini bisa mendapatkan anggaran Rp 10 atau Rp 20 miliar. Itu untuk membangun kantor sementara supaya pelabuhan bisa dioperasikan,” ungkapnya, Rabu (23/3) kemarin.

Masalah lain yang menjadi pemikiran Dishubkominfo adalah belum rampungnya penyelesaiaan proyek jalan penghubung pelabuhan oleh Dinas PU Kutim. Pasalnya, masih ada sekitar 800 meter lagi jalan penghubung pelabuhan yang bermasalah dengan pembebasan tanahnya. “Katanya (Dinas PU, Red.), tahun ini proyek itu akan mereka selesaikan,” sebutnya.

Tidak tuntasnya proyek itu diketahui jadi penyebab Dishubkominfo pada APBD 2016 tidak mendapatkan anggaran pembangunan kantor sementara pelabuhan. Namun demikian, melalui Musrembang, Dishubkominfo sudah meminta kepada Bupati Ismunandar supaya mengalokasikan anggaran di APBD Perubahan 2016.

“Kata beliau (Bupati Ismunandar, Red.), katanya akan dibahas dan akan masukan multiyears di APBD Perubahan 2016. Melalui APBD 2016, kami juga telah mengalokasikan Rp 100 juta untuk mengurus izin operasional pelabuhan,” kata dia.

Johansyah berkeinginan pada akhir 2016 izin operasional sudah bisa dikeluarkan Kemenhub RI. Dengan demikian, proyek Pelabuhan Sangatta bisa dioperasikan di 2017. “Tahun ini, kami fokus diizin dan operasional pelabuhan,” ucapnya.

Mengenai proyek causewey pelabuhan, Johansyah menyebutkan, proyek itu kini tinggal menunggu perampungan. Dari panjang causewey sekitar Rp 500 meter, sekitar 90 persen telah rampung. Kemudian 10 persennya, akan diselesaikan melalui APBN 2016.

“Paling sekitar Rp 10 miliar lagi, proyek itu sudah bisa rampung. Jumat lalu, saya mengantarkan surat Bupati ke Kemenhub RI meminta agar menyelesaikan causewey. Dan mereka berjanji menyelesaikannya tahun ini,” tuturnya, seperti dilansir situs berita bontang.prokal.co.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here