Distribusi Logistik Korban Banjir Longsor di Sumber Gunakan Helikopter

0
169
Sejumlah warga mencari korban longsor di daerah Koto Alam, Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, 4 Maret 2017. ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

Padang – (suaracargo.com)

Distribusi logistik untuk korban banjir dan longsor di daerah terisolasi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat menggunakan helikopter. Pendistribusian dimulai Selasa 7 Maret 2017 sekitar pukul 11.05 WIB.

“Hari ini kami mendistribusikan logistik ke daerah terisolasi di Kecamatan Kapur IX menggunakan helikopter milik BNPB,” ujar Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi kepada Tempo, Selasa 7 Maret 2017.

Helikopter Agusta Wesland 139 dengan nomor lambung 1301 itu, mendistribusikan makanan siap saji, selimut, bahan-bahan semabako dan obat-obatan. Pendistribusian lewat udara ini akan terus dilakukan hingga jalur menuju daerah tersebut kembali bisa diakses.

Irfendi yang ikut dalam pendistribusian dengan helikopter itu mengatakan, banjir di Nagari Galugua Kecamatan Kapur IX terlihat sudah mulai surut. Namun, akses menuju lokasi tersebut cukup berat, apalagi setelah diterjang longsor.

“Saya tadi melihat anak-anak berlarian mengetahui adanya helikopter yang mengantar bantuan logistik. Mereka baru bisa mendapatkan suplai bantuan hari ini, karena daerahnya terisolasi,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah tim kesehatan sudah ada yang mencoba untuk masuk ke daerah terisolasi. Namun, gerak mereka terhenti karena mobil yang ditumpanginya terpuruk lumpur yang dalam. Kata dia, sejumlah relawan juga sedang berusaha untuk masuk ke daerah tersebut. Mereka ada yang menggunakana kendaraan off-road untuk menembus medan yang berat, seperti Palang Merah Indonesia Sumatera Barat.

“Kami semua berusaha untuk menembus jalur darat menuju daerah tersebut,” ujarnya.

Sejumlah bantuan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota terus berdatangan. Di antaranya bantuan dari Kabupaten Tanah Datar berupa logistik dan dari PT Semen Padang, TBk berupa 1.000 sak semen.

Direktur Utama PT Semen Padang Benny Wendry mengatakan 1.000 sak semen ini bisa digunakan untuk membangun fasilitas umum yang rusak. Begitu juga untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

“Kami juga telah mengirim tim untuk membantu tanggap darurat. Mereka ikut membantu masyarakat membersihkan rumahnya setelah direndam banjir,” ujarnya Selasa 7 Maret 2017.

PT Pertamina juga mengirimkan bantuan untuk korban banjir dan longsor. Bantuannya beruapa 250 lembar selimut, 50 dus air mineral, 10 dus sardes, 50 dus mie instans, 300 kilogram beras dan 1.000 butir telur.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY