Ditreskrimsus dan Dirjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Minol di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Pinang

0
92
Ribuan botol minuman keras dimusnahkan di halaman Polres Jakarta Selatan, 23 Mei 2017. Amston Probel.

Semanggi – (suaracargo.com)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menggagalkan 53.927 botol minuman keras atau minuman beralkohol (minol) selundupan. Puluhan ribu botol minol itu diselundupkan di dalam lima kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Pelabuhan Tanjung Pinang, Riau.

“Modus operasndinya, barang berupa MMEA (Minuman Mengandung Etil dan Alkohol) diduga berasal dari Singapura, dimasukkan ke kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam,” kata Heru Pamudi, Dirjen Bea Cukai, saat konferensi pers pengungkapan kasus ribuan botol miras itu di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/9/2017).

Kemudian, lanjutnya, minuman tersebut diselundupkan ke daerah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dan dimuat ke dalam kontainer. Sesudah itu, minuman tersebut dikirimkan ke Jakarta melalui jalur intersuler domestik, yaitu pelabuhan Tanjung Pinang-Pelabuhan Tanjung Priok, menggunakan kontainer.

“Modusnya minuman itu diangkut di atas Kapal Meratus Sibolga, dengan dokumen surat pengiriman barang (bill of lading) yang diberitahukan bahwa isi barang dalam kontainer seakan-akan adalah plastik, sebagai samaran untuk mengelabui petugas,” ungkapnya.

Beruntung, petugas gabungan antara Ditreskrimsus dan Dirjen Bea Cukai berhasil mengetahui penyelundupan tersebut. Tiga kontainer diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok, dan dua kontainer lainnya diamankan di Pelabuhan Tanjung Pinang.

“Totalnya 53.927 botol atau 40.089 liter, dengan nilai barang total Rp 26.360.081.376,” ucapnya, seperti dilansir Warta Kota.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY