Double Pajak, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Tolak Peraturan Menteri Keuangan

0
453
http://maritimedia.com/images/stories/168712_620.jpg

Jakarta – (suaracargo.com)

Pengusaha logistik nasional yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menolak Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No: 141/2015 tentang jenis dan jasa pajak karena double pajak. Jika tetap diterapkan, beban pajak itu akan berpengaruh ke harga jual barang di masyarakat dan perusahaan terancam gulung tikar.

Hal itu terungkap dalam pertemuan dan diskusi panel DPW ALFI DKI Jakarta bertema ‘Peluang dan Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean.’ “Dalam PMK itu kami diperintah membayar pajak berkali-kali, padahal obyek pajaknya sama barangnya itu-itu saja,” ujar Ketua ALFI DKI Jakarta Widijanto, seperti dilansir poskotanews.com.

Dalam diskusi yang dihadiri 600 perusahaan anggota ALFI, semuanya menolak pembayaran ganda pajak tersebut. Mereka juga mendesak Pemerintah merevisi aturan perpajakan yang bersifat ganda karena sangat memberatkan pelaku usaha.

Widijanto mengatakan, sejak aturan perpajakan atau PPh pasal 23 di PMK 141/2015 itu diberlakukan pada akhir tahun 2015 banyak keluhan yang disampaikan pengusaha logistik di Indonesia termasuk di DKI Jakarta karena dikenakan kewajiban pajak ganda.

Sedangkan dalam PMK 141/2015 itu jasa logistic yang wajib dibayar sesuai beleid yakni jasa freight forwarding, jasa logistik, pengurusan dokumen, pengepakan, loading dan unloading untuk satu jenis barang.

Menurutnya, proses logistik itu dinamis dan melibatkan banyak perpindahan penanganan dari satu pihak ke pihak lainnya mulai dari turun kapal, masuk gudang, pengepakan hingga dipenjualan.

Deputy Menko Perekonomian yang hadir dalam diskusi tersebut Edy Putra Irawadi akan menampung keluhan pelaku usaha logistik itu untuk diteruskan kepada instansi terkait.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here