DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Tertibkan Parkir Liar Truk dan Trailer di Jalan Ronggowarsito

0
855
Anggota DPRD Kota Semarang Muallim bersama Lurah Tanjung Emas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) parkir liar truk dan trailer di sepanjang Jalan Ronggowarsito, kemarin.
Anggota DPRD Kota Semarang Muallim bersama Lurah Tanjung Emas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) parkir liar truk dan trailer di sepanjang Jalan Ronggowarsito, kemarin. (koran-sindo.com)

Semarang – (suaracargo.com)

DPRD Kota Semarang mendesak pemkot agar segera menertibkan truk dan trailer yang sering parkir sembarangan di sepanjang Jalan Ronggowarsito. Parkir liar tersebut dinilai sangat meresahkan pengguna jalan karena mengganggu arus lalu lintas. Apalagi saat parkir, truk dan trailer yang besar itu memakan badan jalan. Keberadaan parkir liar itu mengundang reaksi dari anggota DPRD Kota Muallim. Mereka pun langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pada hari Rabu kemarin (22/04/2015) bersama Lurah Tanjung Mas, Margo Haryadi.

Mereka mendatangi para pengemudi truk dan trailer yang sedang parkir di kawasan itu. Para sopir itu dimintai kejelasan alasan memarkirkan kendaraannya di jalan tersebut. Dari keterangan sejumlah sopir, mereka beralasan karena tidak ada ruang parkir mencukupi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. “Di dalam pelabuhan sudah dilarang untuk parkir. Memang masih ada lahan parkir tapi terbatas, hanya yang sudah biasa parkir boleh masuk. Jadi kami terpaksa parkir di Jalan Ronggowarsito ini. Supir lainnya ada juga yang parkir di tempat lain,” kata Ahmad Mukti, salah seorang sopir triler, seperti dilansir koran-sindo.com.

Ahmad mengaku, jika ada tempat parkir resmi, para supir sebenarnya siap mengikuti aturan meskipun mungkin nanti akan diwajibkan harus membayar. Di Jalan Ronggowarsito ini, selain parkir tidak perlu membayar dan sambil menunggu ada muatan, mereka bisa memperbaiki kerusakan truk atau trailer atau sekadar mencucinya. Dari inspeksi yang dilakukan, memang diketahui badan jalan selebar delapan meter ini juga sengaja dimanfaatkan untuk usaha bengkel.

Penyebab kawasan tersebut dijadikan para mekanik sebagai tempat untuk memperbaiki kendaraan pelanggannya adalah karena adanya keterbatasan lahan. “Saya sudah sejak 1999 mengerjakan truk atau trailer yang butuhdiperbaiki disini. Tapitidak selalu di Jalan Ronggowarsito, saya muter ke tempat-tempat parkir truk dan trailer,” kata Malik, seorang mekanik yang sedang memperbaiki trailer. Muallim mendesak, pemkot melalui dinas terkait segera melakukan tindakan tegas terhadap parkir truk dan trailer tersebut.

Jalan Ronggowarsito dibangun dengan menggunakan dana APBD yang sangat besar. Seharusnya, jalan itu tidak dibiarkan justru digunakan untuk tempat parkir liar. Apalagi, banyak truk dan trailer yang parkir berjajar di samping kanan dan kiri dari badan jalan. Sepanjang Jalan Ronggowarsito jadi penuh truk dan trailer yang parkir dua hari atau lebih. Kondisi itu sangat membahayakan pengguna kendaraan karena bisa menabrak truk dan trailer yang terpakir tersebut.

“Tidak ada lampu atau tanda parkir yang dipasang. Sehingga kalau malam rawan sekali kecelakaan, pengendaraan kendaraan bisa nabrak karena tidak sadar ada truk dan trailer diparkir,” kata Mullim. Dia meminta, Dishub bekerja sama dengan kepolisian dapat menertibkan parkir liar itu. Paling tidak, karena parkir di pelabuhan sudah ditutup, parkir di Jalan Ronggowarsito itu hanya di satu sisi badan jalan saja sejajar. Sedangkan pemilik truk dan trailer harus segera berusaha menyediakan lahan parkir sendiri.

“Sedangkan jangka panjangnya, sebagai solusi pemkot harus menyediakan terminal angkutan barang yang dapat menampung semua truk dan trailer tersebut. Karena keberadaan parkir liar itu jelas merugikan pemkot, karena tidak ada PAD yang diperoleh,” tandasnya. Lurah Tanjung Emas Margo Haryadi mengatakan, pihaknya tidak menarik tarif parkir liar truk dan trailer yang melanggar tersebut. Namun pihaknya mengaku tidak tahu menahu kalau ada uang keamanan yang dibayarkan. “Itu adalah urusan intern sopir dan jasa keamanan, namun kami tidak memungut apa pun,” katanya. Diakui keberadaan parkir liar tersebut sangat meresahkan warga, terutama mereka yang rumahnya di pinggir jalan karena akses jalan ke rumahnya sering terhalang oleh truk atau trailer yang parkir. Akses ke kantor kelurahan juga kadang terhalang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here